Bernas.id – “Sayang, maaf ya lantainya masih kotor. Aku masih capek nih pulang kerja”. Kemudian saat kesempatan lain, “Yang, badanku pegal-pegal semua ini.” Anda pernah mengucapkan hal-hal yang sejenis dengan itu? Maksud hati agar pasangan membantu Anda membersihkan rumah atau sejenak dipijat, tapi si dia tak juga paham soal itu. Anda sengaja tidak berbicara langsung to the point agar si dia tak tersinggung, namun si dia ternyata tidak peka. Anda sibuk melempar kode, lagi-lagi pasangan Anda tak sensitif memahami Anda. Benarkah lelaki sedemikian cueknya hingga sulit untuk sensitif?
Banyak yang beranggapan kalau kita sebagai wanita memang lebih sensitif dibanding kalangan lelaki. Selain ditunjang struktur otak yang memiliki verbal center di kedua sisi, wanita juga memang lebih mudah menangis. Bahkan julukan si cengeng lekat sekali dengan wanita. Sangat sedikit lelaki yang menampik hal tersebut, lebih tepatnya mungkin semua lelaki mengiyakan bahwa kaum wanita adalah si makhluk berkepribadian cengeng.
Sebenarnya saat wanita mengungkapkan permintaan atau pertolongan terhadap lelaki, lelaki malah mengartikan hal tersebut sebagai hal yang negatif. Alangkah lebih baik jika membutuhkan pertolongannya dengan kalimat-kalimat terbuka tanpa banyak basa-basi. Berikut beberapa contoh dialog yang sering terjadi.
“Jemuran di halaman lupa aku angkat, Yang“. Ungkapan tersebut belum tentu dimengerti. Lelaki lebih memahami jika Anda merubah kalimatnya seperti ini, “Yang, tolong angkat jemuran di halaman ya.”
“Anak-anak sebentar lagi pulang sekolah. Aku masih di kantor.” Kata-kata ini juga sebaiknya diubah menjadi kalimat ini,”Tolong jemput anak-anak ya Ayah.”
Ada banyak kalimat-kalimat lain yang penuh dengan kode, sindiran atau sejenisnya. Sebagai wanita haruslah bersikap bijak jika sudah mengerti perihal caranya lelaki memaknai perkataan.
Meski lelaki mungkin akan berceloteh ini dan itu seusai Anda meminta, percayalah jika Anda lebih bersabar sedikit saja, maka dia ringan saja menolong Anda. Saat dia mengomel, “Aku masih lelah baru sampai rumah. Belum istirahat”, maka janganlah Anda terburu-buru mengartikannya sebagai penolakan. Ketika dia sibuk mengomel dari A sampai Z, sesungguhnya dia sedang mempertimbangkan permintaan Anda.
Saat Anda merespon jawabannya dengan marah justru akan menutup kemungkinan sang lelaki menyanggupi permintaan Anda. Pun saat berkata tidak, jangan lantas meregang urat. Ketika Anda tenang saja mendengar penolakannya, di saat itulah lelaki membuktikan tingkat kesensitifannya. Sesuai dengan apa yang telah djelaskan oleh John Gray pada buku 'Men Are From Mars, Women Are From Venus', dengan tidak menolak penolakannya akan ada peluang besar sang lelaki mengubah jawabannya menjadi 'iya'.
Nah, terbukti tidak hanya wanita yang berperasaan sensitif, lelaki pun sama. Bedanya adalah lelaki akan sensitif ketika dia merasa diterima. Ketika Anda menerima apapun responnya termasuk penolakan atas permintaan Anda
