Bernas.id – Saat ini acara televisi banyak yang tidak terfokus pada pendidikan anak. Satu sama lain mengejar pendapatan dari siaran setiap harinya kecuali beberapa stasiun televisi saja. Kurangnya pengawasan dari kerabat terdekat menjadi pengaruh besar terbentuknya karakter buruk sang anak. Mulai dari bicara yang tak sopan sampai meniru sikap yang condong pada kekerasan. Ditambah lagi kepribadian wanita sebagai ibu yang belum mendidik secara baik. Anak bersikap leluasa karena lepas kontrol dari ibunya.
Ketidakpedulian ibu terhadap anak menjadikan anak bermental lemah. Tak punya pendirian dan mudah mengikuti arus yang keluar dari nilai norma yang seharusnya.
Celaan terhadap anak juga tak baik bagi perkembangan mentalnya. Menurut seorang psikolog, Elly Risman, “Celaan akan berdampak fatal. Kepercayaan diri sang anak perlahan hilang. Merasa dianiaya atau terabaikan. Akibat lebih parahnya adalah muncul sikap frustasi berujung penghabisan nyawa diri sendiri.”
Berikut beberapa karakter menurut Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid yang mesti dimiliki bagi Anda sebagai calon Ibu.
Bersikap tenang dan tidak terburu-buru
Rasulullah saw bersabda pada Asyaj bin Abdil Qais, “Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua perkara yang dicintai Allah: tenang dan tidak terburu-buru.” (HR. Muslim). Dua perkara yang memang benar dijadikan panutan. Wanita dituntut menjadi ibu yang tenang menghadapi anak meski masih lelah sepulang kerja atau sedang sibuk mengerjakan tugas yang lain. Tidak terburu-buru mempermasalahkan kesalahan sang anak. Melainkan menelaahnya secara baik-baik.
Berkarakter lembut
Rasulullah saw bersabda pada Aisyah ra, “Wahai Aisyah, bersikaplah lembut karena sesungguhnya Allah apabila menghendaki kebaikan pada suatu keluarga, Dia ilhamkan kelembutan pada mereka.” (HR. Ahmad). Secara jelas Allah sendiri yang menjanjikan kebaikan keluarga terletak pada kelembutan. Bersisian antara kebaikan dengan kelembutan. Jika anak sudah terbiasa dengan sikap lembut sang ibu, bukan tidak mungkin sang anak menduplikasi sikap lemah lembut sang ibu pula.
Hati yang penyayang
Rasulullah pun juga bersabda tentang hal ini. Diriwayatkan oleh Al-Bazzaar dari Ibnu Umar ra, “Sesungguhnya setiap pohon selalu memiliki buah. Buah hati adalah anaknya. Sesungguhnya Allah tidak menyayangi krang yang tidak sayang kepada anaknya. Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, tidak akan masuk surga selain orang yang penyayang.”
Dengan hati yang penyayang anak akan merasa nyaman di rumah. Tak berpikir panjang jika harus bercerita tentang apapun. Membagi keceriaan ataupun berkeluh kesah. Anak akan tumbuh menjadi sosok yang juga siap merangkul orang lain.
Jadilah wanita yang tak hanya menarik karena wajah yang cantik. Belajarlah menjadi wanita yang juga cerdas dalam mendidik sehingga penerus yang Anda lahirkan adalah generasi yang pantas jadi penerus!
