Bernas.id – Jika Anda diminta menjawab pertanyaan tentang sifat apa yang identik pada wanita, kira-kira kata apa yang akan Anda pilih sebagai jawaban? Cerewet, manja atau baperan? Wanita tercipta sebagai pendamping yang membutuhkan peran pemimpin dalam kesehariannya. Tak sepenuhnya benar jika wanita selalu benar menetapkan pilihan. Meski begitu, wanita tetap mampu berdiri tegap dengan jiwanya yang mandiri. Keajaiban inilah yang dimiliki oleh wanita dan lebih unggul dibandingkan kalangan lelaki.
Anggapan wanita adalah superior mesti ditelisik lebih dalam. Wanita memutuskan maju untuk memimpin tanpa maksud menyaingi pihak lain. Lebih-lebih tidak pula untuk mengungguli pasangannya sendiri. Kemandirian wanita dilatarbelakangi karena sifatnya yang istimewa, yakni multitasking.
Multitasking adalah kemampuan seseorang dalam mengerjakan banyak tugas sekaligus dalam satu waktu. Anda tentu sudah sering sekali melihat wanita yang mampu melakukan apa saja sekaligus. Ibu rumah tangga selalu tuntas mengerjakan pekerjaan hanya mengandalkan kedua tangan dan kakinya. Tanpa perlu tambahan tangan dan kaki lain, wanita mampu memasak dan menyusui anak sambil menerima telepon. Hal lain adalah saat wanita ditempatkan bekerja pada meja kantornya. Para wanita mampu berbincang dengan leluasa pada klien padahal jari-jarinya sedang sibuk mengetik.
Dilansir dari royalsocietypublishing.org, Tim Killeen, mahasiswa doctoral dari University Hospital Balgrist menjelaskan bahwa otak kiri manusia memiliki dua tugas. Yakni kemampuan berbicara dan mengontrol gerakan lengan yang berayun pada sisi berlawanan dari tubuh saat berjalan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa wanita yang belum memasuki waktu menopausenya memiliki kemampuan multitasking yang lebih baik dibanding lelaki.
Pada hasil penelitian lain terbukti wanita juga lebih terorganisir saat menghadapi tekanan. Hal ini terungkap melalui pemaparan Keith Laws, profesor dari University of Hertfordshire. Menurutnya, “Wanita menghabiskan lebih banyak waktu di awal untuk berpikir. Sementara laki-laki memiliki impulsif sedikit dan mereka melompat terlalu cepat. Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi stres dan kompleks, wanita lebih mampu berhenti dan berpikir apa yang terjadi di depan mereka.”
Berdasarkan jurnal Human Physiology terjelaskan pula bahwa lelaki mengeluarkan atau membakar lebih banyak energi ketika mau tidak mau melakukan berbagai hal sekaligus. Situasi inilah yang membuat laki-laki sulit beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Susah menyelesaikan pekerjaan multitasking.
Kepiawaian wanita dalam mengaplikasikan keajaiban ini seharusnya dimaknai sebagai sebuah kelebihan. Banyaknya porsi pekerjaan yang diambil oleh wanita tak mengartikan wanita ingin lebih superior. Multitasking justru sangat menguntungkan kehidupan berkeluarga Anda. Bayangkan saja seorang wanita mampu melakukan banyaknya pekerjaan rumah tangga yang beragam setiap hari selama 24 jam.
