Bernas.id – Jadwal verifikasi parpol di tingkat nasional dan wilayah akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Januari 2018. Untuk tingkat kabupaten/kota akan diadakan pada 30 Januari hingga 1 Februari 2018.
Seperti dikutip dari tribunnews.com, menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bahwa jadwal tersebut sesuai dengan amanat PKPU Nomor 5 Tahun 2018 yang menginstruksikan tentang jadwal verifikasi bagi partai politik.
Meski sudah ditetapkan namun Arief mengatakan pihaknya belum dapat menentukan jadwal resmi parpol mana saja yang akan diverifikasi pada tanggal 28-30 Januari 2018, karena sejumlah parpol masih bernegosiasi dengan KPU mengenai penyesuaian jadwal verifikasi dengan berbagai alasan. Arief juga mengatakan bahwa tempat verifikasi parpol di tingkat nasional akan dilakukan di masing-masing kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai yang diverifikasi.
Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi dan hasil rapat dengan Komisi II DPR, Kemendagri, dan Bawaslu pekan lalu, KPU akan melakukan verifikasi terhadap seluruh partai politik. Tidak hanya berlaku bagi partai baru namun juga terhadap partai lama yang telah menjadi peserta Pemilu di tahun 2014.
Hasil verifikasi ini nantinya akan menentukan nasib partai politik, dalam menyambut perhelatan Pemilu 2019 setiap parpol melakukan segala usaha terbaik agar dapat lolos di tahap verifikasi karena menjadi penentuan “hidup mati” parpol.
Ini baru tahap verifikasi di tingkat makhluk, bagaimana jika nanti manusia dihadapkan pada proses verifikasi yang dilakukan oleh Allah di akhirat?
Setiap parpol menyiapkan segala amunisi terbaik agar proses verfikasi oleh KPU tidak menyisakan catatan buruk yang dapat menjatuhkan posisi partai dalam daftar yang tidak lolos. Begitu ketatnya tahap yang harus dilalui oleh parpol ini menyebabkan seluruh komponen di dalam parpol harus bergerak dan tidak boleh ada pertentangan antar komponen, karena kesalahan sekecil apapun dapat berimbas besar.
Di akhirat, partai politik dapat diibaratkan sebagai suatu kelompok yang visi, misi dan kecintaannya terhadap sesuatu yang sama sehingga akan dikumpulkan di titik kumpul yang sama pula. Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya pada hari kiamat” (HR Tirmidzi).
Bersatu dalam kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah yang utama. Boleh jadi tersebab cinta pada Allah dan Rasul-Nya maka kita dikumpulkan di akhirat dengan orang-orang beriman, para pecinta dan penyeru kebaikan meski berbeda suku, kelompok atau generasi. Mari menghidupkan dan menjaga cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya sampai ruh meninggalkan raga.
