Bernas.id – Dinding rumah kerap menjadi sasaran anak-anak menuangkan ekspresi dalam bentuk gambar. Meskipun telah disediakan kertas atau buku gambar, anak-anak usia balita tampaknya lebih senang menggambar di dinding. Mengapa demikian?
Menggambar di dinding merupakan hal yang lazim pada anak-anak usia 2 hingga 4 tahun. Menurut Becky, anak-anak pada dasarnya suka mewarnai apa saja dan menggambar di mana saja. Mereka umumnya lebih mudah menggambar dengan posisi tangan di depan dibanding di bawah. Hal itu membuat anak-anak lebih mudah mengontrol tangan dan mata, juga membuat aktivitas menggambar mereka jadi lebih menyenangkan.
Menggambar juga merupakan bagian tak terpisahkan dalam tumbuh kembang anak. Sejak usia 15 bulan, anak-anak umumnya sudah mampu menggerakkan tangan ke depan dan ke belakang untuk membuat coretan. Namun, pada usia itu coretan yang dibuat anak-anak masih belum berbentuk. Anak-anak baru bisa menggambar garis dan zigzag pada usia dua tahun. Selanjutnya pada usia tiga tahun, anak-anak sudah mampu menggambar garis lurus dan menyilang. Selain itu, sebagian dari mereka juga sudah bisa meniru bentuk-bentuk sederhana yang mereka ketahui. Pada usia ini pulalah anak-anak mulai bisa menjepit krayon dengan tiga jari.
Oleh karena itu, orang tua tidak seharusnya merisaukan apalagi melarang aktivitas anak-anak menggambar di dinding. Yang perlu dilakukan orang tua hanyalah memastikan bahwa aktivitas tersebut aman. Berikut beberapa tips yang layak Anda coba!
1. Menyediakan Dinding Khusus;
Anda bisa menyediakan satu area dinding khusus sebagai tempat menggambar anak-anak. Misalnya dinding yang berada di ruang belajar atau kamar tidur anak. Cara ini adalah win-win solution, di mana anak-anak tetap bisa menggambar, sementara Anda tidak perlu was-was mereka akan menggambar di sembarang dinding.
2. Melapisi Dinding dengan Kertas;
Anda juga bisa melapisi dinding rumah dengan kertas sebagai media menggambar anak. Anda, misalnya, bisa menggunakan kertas seperti yang biasa digunakan dalam acara presentasi di kantor atau jenis kertas yang lain. Di sini, Anda harus memastikan bahwa kertas menempel sempurna pada dinding. Selain itu, gunakanlah perekat yang mudah dibersihkan di kemudian hari.
3. Menggantung Papan Tulis;
Anda juga bisa menggantung papan tulis di dinding rumah Anda sebagai media menggambar anak. Namun, di sini Anda harus memastikan bahwa papan tulis terpasang dengan ketinggian yang bisa dijangkau anak-anak. Selain itu, papan tulis juga harus terpasang dengan baik, sehingga tidak mudah jatuh dan membahayakan anak-anak. Adapun kelemahan dari cara ketiga ini adalah alat tulis yang digunakan anak-anak menjadi terbatas pada alat tulis yang bisa digunakan di papan tulis, seperti kapur tulis dan spidol.
4. Tahu Kapan Harus Berhenti;
Setelah usia taman kanak-kanak, anak-anak akan mulai menikmati menggambar di atas kertas atau buku gambar dengan tatakan meja. Dalam hal ini Anda perlu memfasilitasi mereka dengan kebiasaan baru tersebut. Sediakanlah kebutuhan menggambar anak-anak seperti meja, kertas, buku gambar, alat tulis, dan pewarna. Anda juga perlu mulai memahamkan bahwa menggambar di kertas atau buku gambar lebih baik ketimbang di dinding.
5. Gunakan Cat Dinding yang Aman dan Mudah Dibersihkan.
Untuk menjaga keamanan anak-anak selagi mereka menggambar di dinding, Anda perlu memperhatikan cat dinding yang Anda gunakan. Pastikan bahwa cat tersebut tidak mengandung zat-zat berbahaya. Dalam hal ini, cat dinding Belazo Kidzdream Easy Wash produksi PT. Indaco Warna Dunia layak menjadi pilihan Anda. Selain aman karena tanpa tambahan timbal dan raksa, cat interior ini juga memiliki Stain Proof Anti Graffiti Technology yang mampu menahan noda, termasuk yang berasal dari krayon dan pewarna lain yang digunakan anak-anak, supaya tidak meresap ke dalam lapisan cat. Anda pun bisa dengan mudah membersihkan dinding tanpa takut merusak catnya.
