Bernas.id – Presiden RI Joko Widodo resmi melantik Menteri Sosial dan Kepala Staf Presiden (KSP) yang baru. Khofifah yang menjabat sebagai Menteri Sosial harus diganti oleh Idrus Marham karena keputusan Khofifah menjadi calon gubernur Jawa Timur. Sementara itu, KSP diganti oleh mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko (17/1/2018).
Ternyata, pemilihan beliau menjadi KSP adalah keputusan yang tepat diambil oleh presiden. Sebab, beberapa prestasi yang membanggakan pernah diperoleh oleh Jenderal (Purn) Moeldoko, di antaranya:
Pingat Jasa Gemilang dari Singapura
Pada 25 November 2013, Jenderal (Purn) Moeldoko mendapatkan penghargaan militer Pingat Jasa Gemilang atas kontribusi Moeldoko selaku mantan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Hal itu dikarenakan Moeldoko telah memenuhi amanatnya, sehingga hubungan kerja sama dan strategis dengan militer Singapura semakin kuat. Penghargaan ini diberikan oleh Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam dan disematkan langsung melalui Menteri Pertahanan Singapura Dr. Ng Eng Hen.
Bintang Kehormatan Darjah Kepahlawanan Angkatan Tentera (DKAT)
Tidak sampai dua tahun, Moeldoko kembali memperoleh penghargaan pada tanggal 9 Februari 2015 lalu. Jika tahun 2013 ia mendapatkannya di Singapura, saat tahun 2015 Moeldoko mendapatkan Bintang Kehormatan Darjah Kepahlawanan Angkatan Tentera (DKAT) dari pemerintah Malaysia. Penyematan ini dilakukan oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Hishamuddin Hussein di Teratai Room Kementerian Pertahanan Malaysia.
Tiga Bintang dari Menhan RI: Bintang Yudha Utama, Bintang Jalasena Utama, dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama
Bintang Yudha Utama, adalah tanda kehormatan yang dikeluarkan kepada panglima TNI yang melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas pembinaan TNI.
Bintang Jalasena Utama dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama, adalah tanda kehormatan darma bakti TNI bukan anggota TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU) yang berjasa luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan TNI AL dan TNI AU.
Inilah tiga penghargaan yang pernah diterima oleh Jenderal (Purn) Moeldoko, Kepala Staf Presiden yang baru. Menjaga segala visi dan misi presiden tidaklah mudah. Pastinya, Presiden RI, Joko Widodo sudah mempertimbangkan seorang eks panglima TNI yang siap mengabdi pada negara.
