Bernas.id – Mencuri merupakan tindakan kriminalisasi yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, adanya kesempatan yang menggiurkan maka tindakan mencuri akan terlaksana dengan sukses. Pencurian banyak sekali jenisnya, dari yang paling kecil mencuri pulpen teman sendiri sampai pencurian besar merampok bank. Pencurian bisa terjadi dimana saja, baik di darat, laut, dan udara. Adanya himpitan keuangan bisa memacu pencurian yang berujung kematian.
Yang sering dilihat paling marak yaitu tentang pencurian di darat, seakan-akan setiap detik pencurian di darat pasti sedang terjadi. Apakah di laut dan udara sering terjadi pencurian? Yang paling memengaruhi pencurian dalam dampak panjang biasanya di laut. Tidak dipungkiri kejadian pencurian lautan sering menjadi berita yang sering dinanti oleh para pembaca. Karena sulitnya akses ke laut membuat para pencuri menjadi ladang bisnis mereka, tindakan yang paling kontroversial pun sudah dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Bahkan tindakannya pernah di bahas oleh media asing, tindakannya menjadi inspirasi bagi kaum hawa.
Komplikasi yang terjadi sekarang pencurian di laut terus marak dan tanpa pandang bulu, pencurian tidak ada habisnya seakan-akan menjadi hobi mereka dan tak sedikit pula dijadikannya sebuah profesi. Dilema atas tindakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menghancurkan kapal membuat pengamat menanggapinya. Salah satu pengamat yang menanggapi atas penenggelaman kapal yaitu Abdul Halim (pengamat Sektor perikanan) menyatakan, ?Menteri Susi sudah saatnya naik kelas dengan tidak lagi fokus terhadap penenggelaman kapal, tetapi untuk pembenahan ekonomi secara keseluruhan.? (Merdeka.com, edisi 18/1)
Yang dimaksud pembenahan ekonomi yaitu dengan mensejahterakan lebih baik para nelayan lokal atau tradisional, dengan peningkatkan level Menteri Kelautan dan Perikanan akan menjadi buah bibir yang di elu-elu kan oleh masyarakat khususnya Nelayan. Ketegasan yang mampu mengadukan emosional akan menjadi nilai tersendiri untuk seorang Menteri zaman now.
