Bernas.id – Arisan merupakan salah satu budaya yang tumbuh dan berkembang di bumi pertiwi mulai dari masyarakat kota hingga pedesaan pasti pernah mendengar bahkan menjadi salah satu peserta arisan. Arisan biasa dijadikan sebagai ajang berkumpul ataupun berinvestasi. Bahkan bagi sebagian masyarakat urban arisan merupakan tempat untuk berkumpul di sela padatnya rutinitas.
Melalui arisan mereka meyakini dapat lebih meningkatkan kebersamaan dan durasi pertemuan dengan kerabat ataupun kolega. Arisan membuat setiap anggota mau tidak mau akan memiliki motivasi serta meluangkan waktu sejenak untuk datang dan berkumpul disela aktivitas yang tak berjeda. Sehingga arisan dinaggap sebagai cara terampuh agar dapat berkumpul dan menyambung tali silaturahmi. Bentuknyapun dapat berupa arisan alumni, keluarga, dan rekan kerja.
Akan tetapi tahukah Anda bahwa selain sebagai alat penyambung silaturahmi, ternyata arisan juga bak boomerang yang dapat berbalik dan menghancurkan mereka yang ikut di dalamnya. Disadari atau tidak terkadang sangat sulit untuk menyatukan banyak kepala apalagi dengan kesibukan serta latar belakang dan profesi yang ada. Hal ini tentu saja akan memicu banyak masalah di kemudian hari.
Masalah paling pertama yang akan menghadang adalah sulitnya mengatur waktu untuk pertemuan. Ini akan lebih diperparah apabila setiap anggota memiliki keinginan yang saling berbenturan satu sama lain. Aktivitas yang berbeda tentu akan mempersulit untuk mencari waktu yang pas agar setiap anggota dapat hadir. Untuk itu untuk meminimalisir terjadinya percekcokan yang ujung-ujungnya malah akan merusak silaturahmi. Ada baiknya setiap anggota memiliki komitmen yang sama untuk saling menekan ego dan saling mengerti bukan hanya ingin dimengerti.
Selain menahan ego hal yang juga harus diperhatikan adalah kemampuan untuk memenuhi kewajiban dengan membayar iuran tepat waktu. Banyak yang memaksakan diri untu ikut berpartisipasi hanya karena ikut-ikutan dan demi menjaga gengsi. Sehingga berhutang menjadi salah satu solusi untuk membayar iuran. Tak sedikit cerita tentang peserta arisan yang menunggak hingga yang paling ekstrim melarikan diri karena tak mampu melunasi uang iuran. Inilah yang membuat arisan terkadang bubar ditengah jalan dengan menyisakan saling benci.
Tak hanya menjadi pembuka pintu hutang arisan juga kadang dijadikan sebagai ajang untuk menipu. Tak dapat dipungkiri godaan akan materi membuat sebagian orang menjadi gelap mata. Jadilah arisan dijadikan sebagai alat untuk menipu dengan kedok menyambung silaturahmi dan investasi.
Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjalin silatuahmi selain melakukan arisan dan pastinya lebih membawa kebaikan. Alih-alih melakukan arisan yang menuurut pengalaman banyak orang memiliki sisi baik, namun tak sedikit yang berpendapat sebaliknya. Bila hanya ingin berkumpul mungkin Anda dapat mengagendakan dengan teman-teman terdekat saat di akhir minggu ataupun di hari libur. Di mana setiap orang dapat meluangkan waktunya. Namun, bila ingin melakukan silaturahmi dalam skala besar reuni mungkin adalah solusinya. Anda dapat membuat agenda setahun sekali.
Karena kulitas hubungan bukan ditentukan seberapa seringnya pertemuan, akan tetapi ditentukan oleh seberapa berkualitas waktu yang Anda habiskan bersama rekan, keluarga atau kerabat tanpa harus melibatkan materi didalamya. Apapun cara untuk bersilaturahmi itu ada di tangan anda dan ingatlah selalu silaturahmi adalah salah satu acara untuk memperpanjang umur dan melapangkangkan rezeki jangan dirusak dengan hal-hal yang bersifat materi semata.
