Bernas.id – Perkembangan arus teknologi dan informasi menjadi tren di era globalisasi. Apalagi di abad dua puluh satu ini, sains dan teknologi informasi mendominasi segala lini kehidupan. Dengan berkembangnya teknologi informasi semua kegiatan keseharian manusia menjadi mudah. Tentu hal ini merupakan akibat atau imbas dari Revolusi Perancis di akhir abad 19. Namun, sangat disayangkan akibat itu manusia modern bersikap mensekulerkan peranan agama di dalam sains dan teknologi informasi.
Padahal di dalam segala lini kehidupan ini peran pencipta alam semesta selalu menyertai dalam keberadaannya. Namun, ketika Renaisans datang, agama dan ilmu pengetahuan terlihat berjauhan dan mensekulerkan diri. Sesuatu tidak dikatakan ilmiah jika disangkutpautkan dengan sesuatu yang berada di luar kuasa manusia. Tentu bagi umat beragama hal ini amatlah tidak diterima. Apalagi sampai menanggalkan akidah dan keyakinannya.
Inilah peradaban barat modern yang dikatakan oleh sejarawan Barat Marvin Perry adalah sebuah peradaban besar tapi tragis. Sebuah peradaban yang penuh akan kontradiksi. Memang peradaban barat membawa dampak positif baik dari segi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun di lain sisi peradaban ini memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam penghancuran alam semesta. Hutan-hutan didominasi, ditebangi digantikan dengan berbagai macam bangunan, minyak dan gas alam lainnya dikuras habis hingga tak ada lagi. Ketika terjadi bencana bingung tak karuan.
Akhirnya tetap kembali kepada penciptanya. Kita tidak mampu untuk melepaskan dari agama dalam mengkaji sains dan teknologi informasi.
