Bernas.id – Pendidikan merupakan hal penting penentu kualitas diri seseorang. Pendidikan dapat dilakukan secara formal, nonformal, maupun informal. Pendidikan formal dilakukan melalui lembaga pendidikan/sekolah dari tingkat playgroup sampai dengan perguruan tinggi. Lain halnya dengan pendidikan nonformal yang dilakukan melalui berbagai lembaga-lembaga kursus. Sedangkan untuk pendidikan informal yaitu pendidikan yang dilakukan secara autodidak dengan belajar langsung maupun tidak langsung dari orang lain atau berbagai media seperti buku maupun internet.
Pendidikan memiliki tolak ukur keberhasilan yang jelas. Seorang siswa apabila mengikuti proses pendidikan hasilnya dapat dilihat dari perubahan sikap dan perilaku serta kompetensi yang dikuasai baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Tertulis berdasarkan nilai (angka) sedangkan tidak tertulis berdasarkan kompetensi yang dikuasai/mampu menguasai keahlian. Pada pendidikan formal tolak ukur keberhasilannya dapat dilihat dari perolehan nilai pada mata pelajaran yang diujikan. Apabila siswa telah memperoleh nilai sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan guru dan pemerintah maka siswa yang bersangkutan dianggap telah menguasai kompetensi yang telah ditetapkan.
Ujian merupakan cara untuk mengetahui kompetensi siswa apakah sudah kompeten atau belum terhadap suatu mata pelajaran. Ujian bisa dilakukan secara harian, Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Semester (PAS), maupun Ujian Nasional (UN). Khusus pelaksanaan UN, pemerintah masih melakukan penilaian yang kita kenal dengan Ujian Nasional (UN). UN merupakan tolak ukur pemerintah untuk mengetahui kompetensi siswa terhadap penguasaan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk setiap mata pelajaran. Tujuan pelaksanan UN untuk mengetahui pemetaan kemampuan siswa berdasarkan perolehan nilai. UN awalnya berbasis kertas kemudian beralih ke basis komputerisasi yang di kenal dengan UNBK. Bagi siswa di wilayah perkotaan komputer bukanlah hal yang asing lainhalnya dengan siswa di wilayah pedesaan.
Pada dasarnya ujian berbasis kertas maupun komputer sama saja, intinya adalah penilaian. Pembedanya adalah media pengerjaan soal ujian dan cara pengerjaannya. Saat ujian berbasis kertas mengerjakan soal ujian pada lembar jawaban kertas dengan menggunakan pensil 2B dan cara pemeriksanaannya dengan mengunakan mesin scanner. Sedangkan ujian berbasis komputer mengerjakan soal dengan menjawab pertanyaan dikomputer berbasis aplikasi. Soal sudah disiapkan pemerintah pusat kemudian diakses dengan menggunakan komputer, siswa tinggal mengerjakan soal dan memilih jawaban yang dianggap paling benar. Bagi siswa kelas level akhir yang akan mengikuti UNBK hendaknya memperhatikan tips berikut dalam menghadapi UNBK.
1. UNBK sama dengan ulangan lainnya di sekolah, UNBK jangan dijadikan momok yang menakutkan. UNBK sama seperti jenis ulangan lainnya di sekolah tujuannya hanya untuk mengukur penguasaan kompetensi siswa. Pembedanya hanya pada pembuat soal dan cara melaksanakan ujian. Soal UNBK dibuat oleh pemerintah pusat dari para guru tingkat nasional sedangkan pelaksanaan ujiannya berbasis komputer. Materi ujiannya sama dengan materi yang dipelajari di sekolah perjenjang, misalnya untuk siswa SMA/MA materi kelas X s.d XII. Apabila siswa melakukan proses belajar dengan baik disekolah maka hasilnya akan sesuai dengan harapan.
2. Ikuti simulasi UNBK, saat UN berbasis kertas dilaksanakan berbagai tryout (uji coba). Pelaksanaanya dibuat semirip mungkin dengan UN. Sama halnya dengan UNBK pemerintahpun sudah mengakomodirnya dengan melaksanakan simulasi UNBK sebanyak 2 kali. Simulasi ini penting dilakukan supaya siswa membiasakan diri dalam mengerjakan soal berbasis komputer. Simulasi merupakan latihan bagi siswa karena pelaksanaan simulasi sama seperti pelaksanan UNBK sebenarnya. Sehingga saat UNBK siswa menjadi terbiasa.
3. Memiliki buku pelajaran, siswa peserta UNBK harus memiliki buku sumber setiap level kelas untuk belajar, karena materi yang di ujikan seluruh tingkatan kelas. Buku-buku persiapan menghadapi UNBK juga bisa dibeli di pasaran yang dilengkapi soal-soal UNBK pada tahun-tahun sebelumnya.
4. Mengikuti Bimbingan Belajar, siswa peserta UNBK dapat mengikuti bimbingan belajar sesuai bidang yang diujikan berdasarkan jurusan di sekolahnya. Siswa selain mendapatkan materi dari gurunya disekolah, belajar dari berbagai sumber belajar, juga mendapatkan tambahan wawasan mengenai materi UNBK dari bimbingan belajar. Pembelajaran di bimbel cendrung mengedepankan pembahasan-pembahasan soal.
5. Optimalisasi Internet sebagai media belajar, siswa peserta UNBK dapat mengoptimalkan internet sebagai sumber belajar. Melalui aplikasi pencarian informasi di internet siswa dapat mengoptimalkan untuk mencari materi dan soal-soal UN sebagai sumber belajar dan latihan.
Demikian 5 tips bagi siswa dalam menghadapi UNBK bagi siswa. Tip ini berguna juga bagi semua siswa kelas level akhir untuk mempersiapkan diri menghadapi UNBK. Selain itu bagi para orangtua dapat menjadi rujukan supaya putra/inya siswa peserta UNBK terarah dalam menghadapi UNBK sehingga dapat memperoleh nilai terbaik. Keuntungan lain apabila memperoleh nilai UNBK tertinggi secara nasional bisa mendapatkan tiket gratis masuk ke berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.
