Bernas.id ? Tantanglah diri Anda, wahai ibu-ibu, untuk tidak melakukan penawaran harga jika Anda membeli pada pedagang eceran. Bisakah?
Pedagang eceran adalah pedagang yang biasanya terdapat pada pasar-pasar tradisional dan menggunakan uang sendiri sebagai modal sehingga keuntungannya pun menjadi milik pribadi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan diputar kembali untuk membeli barang dagangan agar usaha yang dilakukan tetap berjalan.
Melakukan tawar menawar bagi seorang ibu pada pedagang eceran seakan sudah menjadi kebiasaan, atau bahkan bagi beberapa ibu, proses tersebut berkesan menyenangkan. Dengan alasan mendapatkan harga yang lebih murah, para wanita terutama akan melakukan penawaran dengan sekuat tenaga, walaupun pada akhirnya hanya diberi pengurangan harga 1000 rupiah oleh sang penjual, namun potongan harga hasil proses tawar menawar tersebut terkesan membanggakan bagi pembeli karena keberhasilan dalam menawar.
Seakan-akan hendak mengatakan, tidak perlu ditanya kenapa dia sangat suka sekali melakukan penawaran, cukup dipahami saja kebiasaannya, karena mendapatkan potongan harga seakan menjadi harga mati baginya.
Pada dasarnya, tidak ada yang salah dengan proses tawar menawar tersebut, karena semua hal itu adalah interaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli yang akan saling merekatkan hubungan di antara keduanya. Bahkan karena proses tersebutlah yang menjadikan alasan seorang pembeli akan kembali membeli pada tempat yang sama, atau sering disebut sebagai langganan tetap.
Namun, sepertinya para ibu lebih baik mulai menantang dirinya untuk tidak lagi melakukan penawaran pada pedagang eceran, selagi ia bisa dan mampu untuk membeli barang-barang di minimarket, supermarket, kafe atau restaurant yang membandrol harga lebih mahal dari sewajarnya dengan tanpa proses tawar.
Apabila ditanyakan alasannya untuk apa?
Anggap saja untuk berbagi kebahagiaan. Seorang penjual eceran memutar keuangannya untuk dia sendiri dan keluarga, harapannya sederhana, kebutuhan keluarga terpenuhi dan bisa terus berdagang sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan.
Sebagian besar dari mereka memang berimpi untuk memperbesar usaha sebagaimana minimarket yang selalu mempunyai lebih banyak pengunjung dan beberapa karyawan. Namun, kebutuhan hidup keluarga yang tidak sedikit memaksa usaha mereka untuk diam di tempat.
Wahai para ibu, tidak perlu kita memberikan uang kita sebagai tanda iba atas kondisi mereka, cukup beli saja barang dagangannya dengan tanpa tawar menawar, setidaknya sudah membantunya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
Mari menantang diri untuk membiasakan!
