Bernas.id – Seyuman merupakan energi yang dipancarkan oleh setiap insan yang ada di muka bumi, tak ayal dengan satu senyuman bisa mengartikan jutaan arti. Senyum sendiri dalam KBBI adalah gerak tawa eskpresif yang tidak bersuara untuk menunjukan rasa senang, gembira, suka, dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit. Makna senyum begitu indah bukan? Beda halnya dengan melihat lawakan lalu kita tertawa sampai terbahak-bahak. Itu sudah mencederai bibir kita yang indah menjadi lebar dan keram.
Ketika mengudara pada saat yang sama dengan lawan jenis sering sekali kita memerlihatkan senyuman terbaik kita, sontak itu menjadi ciri khas untuk memikat lebih terhadap pasangan kita. Maka jangan sampai sesekali menampakan senyuman terbaik untuk orang yang tidak kita kenal karena akan ditafsirkan yang berbeda dari senyuman itu. Menjaga diri lebih baik dari pada kita akan merugi.
Ketika suntuk kita harus memaksakan tersenyum dengan renyah, ingatlah senyuman itu bisa menjadikan sebuah obat yang ampuh untuk kehidupan jangka panjang. Jangan takut kulit kita keriput karena banyak tersenyum. Dalam Islam sendiri menyatakan bahwa senyum merupakan wadah untuk bersedekah, tertera pada hadis dari Abu Dzar Radhiyallahu Anhu, bahwa ia berkata,? Rasulullah Saw bersabda: ?senyummu di hadapan saudaramu (sesama Muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.? (HR . At Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Jadi jangan sampai memalingkan muka terhadap sesama muslim, satu hal dalam hadis ini jangan kalian tersenyum dengan lawan jenis seenaknya. Usahakan senyuman yang bernilai sedekah itu untuk yang kita kenal, adapun untuk lawan jenis harus berhati-hati ketika ingin memberikan senyuman terlebih dahulu. Satu lagi rujukan dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz?i Radhiyallahu Anhu, dia berkata, ?Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah saw. (HR. At Tirmidzi).
Indahnya tersenyum akan membuat bersilaturahim dengan orang-orang, dimulai lah dengan sebuah senyuman. Baik kita sedang bekerja maupun sedang berbelanja sekalipun. Hindari hal-hal yang membuat kita menjadi sedih, dekat diri dengan hal-hal yang positif. Maka berlomba-lomba lah untuk tersenyum karena itu merupakan bagian dari sunah Rasulullah saw.
