Bernas.id – Bully merupakan masalah kenakalan remaja yang saat ini masih sering ditemukan. Baik tingkatan pelajar sekolah, anak kuliah, maupun sesama rekan kantor, bully masih bisa ditemukan. Kadang si pem-bully memiliki pengaruh yang kuat dan dukungan yang besar, sehingga untuk menunjukkan kekuasaannya, ia melakukan pem-bully-an.
Korban bully biasanya memilih untuk diam dan tidak melawan. Mereka di-bully terus menerus dan diancam karena tidak memiliki keberanian. Selain itu, korban bully biasanya lemah dan kurang memiliki ketegasan. Apakah kamu termasuk orang yang menjadi korban bully? Atasi sekarang, dengan cara berikut!
1. Lawanlah
Si pem-bully terus menindas karena korbannya tidak berani melawan dan pasrah terhadap keadaan. Korban bully hendaknya bangkit dan melawan. Katakan bahwa kamu tidak mau di-bully terus-terusan. Jika kamu memiliki cukup kekuatan atau bela diri, kamu bisa menunjukkan kebolehanmu dengan menghajar mereka. Jika kamu berhasil membuat mereka takut dan gentar untuk tidak semena-mena denganmu, mereka pun akan lari dan mencari sasaran bully yang lain.
2. Jangan hiraukan
Jika pem-bully hanya melontarkan kata-kata dan belum menyakiti secara fisik, lebih baik tak usah dihiraukan. Baik itu gosip buruk atau fitnah, daripada membuatmu pusing lebih baik tak usah kamu hiraukan. Fokuslah dengan dirimu, tak usah mendengar pendapat buruk tentangmu. Kecuali jika mereka sudah mem-bully secara fisik atau mencemarkan nama baikmu, mungkin kamu harus mulai bertindak.
3. Jangan sampai terlihat lemah
Ketika di-bully, jangan sampai kamu terlihat lemah sedikitpun maupun tak berdaya. Tegakkan badan, katakan untuk tidak mengganggumu lagi. Jika kamu menangis atau terluka, mereka akan semakin senang melihatmu yang tak berdaya. Mulai sekarang, jangan sampai kamu terlihat lemah di depan mereka!
4. Menghindar
Mungkin ini bukan solusi yang tepat, namun ada baiknya kamu menghindari para pem-bully daripada terus-terusan menjadi sasaran. Tak usah bertemu mereka dan cari jalan lain jika berpapasan. Jika kamu susah ditemukan, lama-lama mereka akan bosan dan mungkin akan mencari sasaran lainnya.
5. Minta bantuan
Jangan diam saja jika bully yang kamu terima sudah parah apalagi sampai menimbulkan luka fisik! Kamu sudah tidak bisa mengatasinya sendirian. Minta bantuan pada orang tua atau guru, sehingga kamu akan dilindungi. Tak usah bertemu mereka lagi. Jika sudah keterlaluan, bisa-bisa pem-bully akan dikeluarkan dari sekolah atau dipecat dari kantor.
Bagaimanapun, bully memang tidak boleh dilakukan. Selain merampas hak asasi orang lain, bully bisa menimbulkan trauma terhadap penderitanya. Kamu yang di-bully, tetap sabar, ya! Tak usah hiraukan mereka!
