Bernas.id – Sesama umat muslim adalah bersaudara seperti yang disebutkan dalam firmannya yang artinya, ?sesunggguhnya setiap mukmin itu bersaudara?. Setiap mukmin mempunyai kewajiban untuk berbagi dengan saudaranya yang sesama mukmin. Namun sebagai manusia yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan perbedaan. Harus bisa berbagi meski bukan dengan sesama mukmin.
Indonesia adalah negara yang memiliki 33 provinsi dengan suku dan bahasa yang berbeda-beda. Namun perbedaan mereka disatukan dalam satu bingkai atau semboyan yang berbunyi, ?Berbeda-beda namun tetap satu jua?. Selain hal tersebut, Indonesia juga memiliki berbagai agama dan kepercayaan. Namun perbedaan tersebut tidak menjadikan mereka bermusuhan, karena mereka menjungjung tinggi nilai persatuan dan perbedaan.
Anehnya, dewasa ini toleransi atau menghargai sesama mulai dilupakan perlahan, seiring dengan berjalannya zaman. Orang sering kali terkecoh oleh berita-berita yang disebarkan lewat media sosial, tanpa adanya proses tabayyun (konfirmasi). Berita yang terdapat dalam media sosial sangat cepat menyebar ke berbagai penjuru kota maupun daerah. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan dalam bidang teknologi.
Jika zaman dahulu, para pahlawan berusaha keras untuk meraih kemerdekaan untuk bangsa dan negara. Namun, sekarang tidak sedikit orang berusaha keras untuk menghancurkannya. Hal ini terjadi karena kurangnya tindak lanjut yang dilakukan untuk mengatasi meretasnya berita hoaks dan fake news.
Berita hoaks dan fake news merupakan salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi dan zaman. Setelah adanya proses westernisasi dan modernisasi, menjadikan manusia lupa akan hal yang menjadikan mereka bersatu yatiu toleransi. Orang lebih suka menggunakan produk luar negeri dibanding dengan produk dalam negerti. Orang sudah banyak tidak mencintai tanah airnya. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka generasi yang akan datang lebih tidak menjungjung tinggi nilai toleransi. Dan seharusnya setiap orang memperhatikan toleransi agar dapat menciptakan kemaslahatan bagi seluruh bangsa.
