Bernas.id – Tidur merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi setiap manusia. Kebutuhan tidur orang dewasa berkisar 7-9 jam setiap harinya. Apabila tidak terpenuhi maka akan berdampak buruk pada kesehatan seperti hipertensi, penyakit jantung bahkan strok. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Meredith Coles dan Jacob Nota yang merupakan peneliti dari Binghamton University, State University of New York membuktikan bahwa kurang tidur juga mempengaruhi kesehatan mental.
Repetitive Negative Thinking (NRT) merupakan istilah untuk menggambarkan pemikiran negatif yang timbul karena seseorang tidak dapat mengendalikan peremasalahan yang sedang dihadapinya. Individu dengan tingkat NRT yang tinggi akan kesulitan untuk ?move on? dari pemikiran dan informasi negatif. Tingginya kadar NRT berhubungan dengan tidak terpenuhinya kebutuhan tidur. Kurangnya tidur dapat mempengaruhi fungsi kognitif, salah satunya adalah menurunnya kemampuan yang diperlukan seseorang untuk menyaring suatu informasi. Gangguan pada fungsi kognitif inilah yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk menghambat suatu pemikiran negatif. Individu yang tidur cukup akan lebih mudah untuk melupakan pemikiran negatif, sedangkan individu yang kurang tidur akan kesulitan untuk mengabaikan pemikiran negatif yang muncul atas permasalahan yang tidak bisa dikendalikannya. Padahal, individu dengan pemikiran negatif akan selalu merasa cemas sehingga dapat memicu timbulnya depresi.
Salah satu cara yang dapat dilakukan agar kebutuhan tidur kita terpenuhi adalah dengan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya hal ini dapat membiasakan tubuh untuk bekerja sesuai jam biologisnya, jangan merokok dan hindari konsumsi kafein sebelum tidur, jangan memaksakan tidur apabila memang belum mengantuk cari posisi atau keadaan yang membuatmu rileks seperti dengan membaca atau mendengarkan musik hingga benar-benar membuatmu mengantuk.
Sumber: Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry.
