Bernas.id – Banyak orang meremehkan profesi sebagai ibu rumah tangga. Hal tersebut tidak lepas dari kegiatan ibu rumah tangga yang biasanya berkisar antara memasak dan bersih-bersih rumah.
Orang-orang juga beranggapan bahwa profesi sebagai ibu rumah tangga dapat digantikan oleh asisten rumah tangga. Mungkin tidak mengapa jika mengenai pekerjaan rumah, namun tak tanggung-tanggung, dalam hal mengurus dan mendidik anak pun ikut diserahkan kepada asisten rumah tangga yang umumnya berasal dari kalangan bawah atau kurang berpendidikan.
Kurangnya penghargaan terhadap ibu rumah tangga menyebabkan banyak wanita enggan untuk menjadikannya sebagai profesi. Alasan pemenuhan kebutuhan hidup hanyalah kamuflase belaka. Pasalnya, bukan pemasukannya yang kurang, namun gaya hidup yang melebihi kemampuanlah yang menjadi masalahnya.
Demi pemenuhan keinginan manusia yang sebenarnya tidak berbatas itu, lagi-lagi profesi ibu rumah tangga lah yang dikorbankan dengan mudah. Padahal, profesi ibu rumah tangga sangatlah penting, bahkan bisa memengaruhi kemajuan suatu bangsa. Pasalnya, sebagai seorang ibu tidak hanya harus pandai memasak, membersihkan rumah, mencuci, dan sebagainya. Ibu adalah guru pertama bagi setiap anaknya. Pertama kali anak belajar berjalan, belajar bicara, dan perilaku anak merupakan ilmu dasar bagi kehidupannya. Pola didik sang ibu akan sangat memengaruhi pola berpikir anak tersebut.
Ketika sang anak mulai memasuki masa emasnya atau golden age, kecerdasannya akan mulai berkembang, sehingga sangat penting untuk memberikan rangsangan dan pendidikan usia dini sebelum anak memasuki sekolah formal demi mengoptimalkan kemampuannya. Bayangkan, profesi sepenting ini harus diserahkan kepada asisten rumah tangga, yang biasanya hanya lulusan sekolah dasar, atau bahkan tidak mengenyam pendidikan sama sekali.
Ironisnya, masih banyak orang yang menyayangkan jika memiliki pendidikan tinggi namun hanya menjadi seorang ibu rumah tangga. Padahal, semakin tinggi pendidikan seorang ibu, seharusnya akan semakin baik pula kemampuannya dalam mendidik anak, demi menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berbudi luhur.
Namun tidak sedikit orang yang mulai menyadari betapa pentingnya profesi ini, bahkan mereka rela untuk menanggalkan karirnya demi kebaikan hidup keluarga mereka. Bahkan, beberapa diantara mereka mampu menjadi ibu rumah tangga yang produktif.
Stigma yang melekat pada ibu rumah tanggapun kini mulai meluntur akibat beberapa kesuksesan yang berhasil diraih oleh mereka yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Banyak diantaranya yang sukses berwirausaha ditengah kesibukannya dalam mengurus anak. Terlebih, usaha pemerintah dalam meningkatkan usaha mikro menengah kebawah sudah mulai bergerak pada industri rumah tangga. Pelatihan kewirausahaan akbarpun digelar, diantaranya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Terlihat beberapa waktu lalu, di wilayah kota melakukan program pemberdayaan ibu rumah tangga. Tidak hanya pelatihan dalam memproduksi barang, namun juga pelatihan dalam manajemen keuangan yang sangat dibutuhkan dalam berwirausaha. Dengan hadirnya terobosan tersebut, seharusnya membuat kaum wanita dapat berpikir ulang jika ingin menanggalkan profesi yang mulia tersebut, apalagi hanya demi kepuasan gaya hidup semata.
Namun jika Anda terlalu gengsi untuk menanggalkan karir Anda demi profesi ini, maka jangan mau jadi ibu rumah tangga yang hanya tau memasak, membereskan rumah dan pekerjaan klasik ibu rumah tangga lainnya. Dan, jika Anda merasa profesi ini kurang produktif, maka jangan mau jadi ibu rumah tangga yang hanya bergantung pada pendapatan suami, sedangkan ibu rumah tangga yang modern bahkan mampu menjadi seorang jutawan, tanpa melalaikan kewajibannya dalam mengurus rumah tangga.
