Bernas.id – Salah satu ciri khusus bahwa kita berpijak di dunia adalah masalah, yang tidak akan pernah hilang dari kehidupan manusia. Siapapun yang masih hidup di bumi ini pasti akan menghadapi masalah, pada prinsipnya setiap jiwa memiliki masalah. Allah sebagai pencipta alam semesta telah mengetahui dan telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapinya yakni:
1. Shalat
“Hai orang-orang yang beriman, jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah:153).
Aidh Al Qarni dalam bukunya La Tahzan menjelaskan jika hati terasa sangat rumit dan sangat banyak masalah, maka bersegeralah untuk salat. “Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha:132).
Jadi salat sebenarnya bukan semata ritual, tetapi cara untuk menyedot dan menyadap kekuatan Ilahiyah agar setiap jiwa mampu menghadapi masalah dengan tenang, cerdas dan bijak. Sebab dalam salat ada masa dimana Allah sangat dekat pada seorang hamba yakni di saat sujud.
“Sedekat-dekat seorang hamba kepada Tuhan-Nya yaitu ketika ia sujud maka perbanyaklah berdoa dalam sujud.” (HR. Muslim).
Dengan demikian mari kita jadikan salat sebagai media penting dalam hidup kita untuk benar-benar dekat kepada Allah dalam menyelesaikan setiap masalah. Bukan sekadar penggugur kewajiban dan kurang antusias menjalankannya.
2. Sabar
Menurut Aidh Al Qarni sabar adalah kemampuan jiwa untuk senantiasa berlapang dada, berkemauan keras serta memiliki ketabahan yang besar dalam menghadapi masalah kehidupan. Bahkan tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi dengan sabar, insya Allah.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan . Dan berikan berita gembira kepada orang-orang sabar.”(QS. Al Baqarah:155)
3. Istighfar
Ketahuilah jalan keluar dari itu semua adalah dengan cara memperbanyak permohonan ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita. Allah ta'ala berfirman,
?Maka aku katakan kepada mereka, ?Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, karena sesungguhnya Dia adalah Sang Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat. Dan memperbanyak harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun, serta mengadakan (pula di dalamnya) untuk kalian sungai-sungai.? (QS. Nuh:10-12).
Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam bersabda,
?Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah merubah setiap kesedihannya menjadi kegembiraan. Allah Azza wa Jalla memberikan solusi dari setiap kesempitannya (kesulitannya), dan Allah anugerahkan rizki dari jalur yang tidak disangka-sangka.? (HR. Ahmad dan al-Hakim)
Jadi istighfar juga dapat mengatasi masalah dan menjadi jalan menuju kebahagiaan. Namun tidak semua istighfar membawa bahagia, hanya istighfar/permohonan ampun yang jujur dari lubuk hati terdalam sebagai penyesalan atas perbuatan dosa.
Dengan demikian jangan bersedih apalagi putus asa. Biarlah masalah mewarnai hidup kita, bagaimanapun dan sebesar apapun itu pasti akan sirna seiring kita memohon petunjuk dan solusi kepada Allah dengan sabar, salat dan memohon ampun. Allah sudah berjanji dan pasti ditepati, yakinkan diri.
