Bernas.id – Manusia tak ada yang sempurna. Begitu pun seorang ibu. Umumnya, seorang anak akan mengatakan bahwa ia sangat menyayangi ibunya. Sering mengirim kata-kata manis bak penggombal ulung. “I love you, Ibu”, “Ibu, kamu bagaikan malaikat tak bersayapku,” dan sebagainya. Ibu, merupakan seseorang yang rela berkorban untuk anaknya, apa pun itu. Maka, sang anak akan membalas pengorbanannya dengan semua hal yang dapat dilakukan.
Namun, apakah semua kondisi tersebut dialami oleh setiap anak? Tidak. Ada juga, anak yang membenci ibunya. Entah karena perlakuan ibunya yang tidak tepat, kurangnya ilmu parenting saat mendidiknya, atau pun faktor-faktor lain yang kadang memang Allah takdirkan seperti itu. Karenanya, ada anak yang bahkan tidak bisa mengungkapkan perasaannya terhadap ibunya sendiri.
Namun, bagi kamu yang mungkin sedang merasakan hal-hal ini, merasa malas bertemu ibu, merasa selalu diceramahi, merasa selalu disalahkan ibu dan berujung kepada jauhnya kamu dengan 'jalan ke surga? ini, kamu bisa renungkan berbagai hal berikut ini:
1. Tanyalah kepada temanmu, kenapa ia begitu menyayangi ibunya
Terkadang, kamu merasa iri, kenapa temanmu bisa gampang sekali mengatakan sayang kepada ibunya. Kamu bisa tanyakan alasannya. Dengan mendengarkan pengalaman teman, nantinya kita bisa berpikir lagi apa yang sudah ibu lakukan kepada kita. Mungkin, karena kita lupa, maka alasan teman akan mengingatkan memori itu.
2. Membaca catatan tentang ibu dalam buku yang menyentuh
Membaca tulisan dalam buku akan membuatmu membayangkan dan berpikir lagi atas semua pengorbanan ibu. Carilah buku-buku tentang orang tua, khususnya ibu. Tentang bagaimana ibu merawat kita, membesarkan kita, dan lain-lain.
3. Coba pahami ibumu dengan bertanya kepada orang terdekatnya, mungkin kamu salah paham
Terkadang, karena kamu hanya memikirkan egomu, kamu sering salah menilai maksud ibu. Atau mungkin ibu punya alasan khusus, kenapa ia melakukan hal-hal yang membuatmu sakit, tapi ibu tak mau menyampaikan alasannya. Inilah cara termudah mengetahui isi hatinya, yaitu dengan bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Bisa tantemu, saudaramu, atau ayahmu.
4. Ingat, ibumu tak selamanya mendampingimu!
Jika kamu masih saja belum bisa membuka perasaanmu, ingatlah tentang kematian. Ibumu merupakan salah satu calon jenazah, teman! Waktumu sekarang, apa akan kamu sia-siakan untuk selalu membencinya? Jika memang kamu belum bisa berdamai, bayangkan saja bagaimana kamu hidup tanpa ibumu.
