Bernas.id ? Lebih dari dua per tiga permukaan bumi ditutupi oleh lautan. Jadi adalah hal yang wajar jika masih banyak hewan di dalam lautan yang belum teridentifikasi oleh manusia. Baru-baru ini, ilmuwan berhasil menemukan spesies baru ikan hiu di Samudera Atlantik.
Spesies baru hiu tersebut oleh para ahli diberi nama ilmiah Hexanchus vitulus. Hiu tersebut aslinya merupakan variasi dari hiu berinsang enam dari spesies Hexanchus nakamurai. Para ahli memutuskan untuk memisahkan H. vitulus sebagai spesies tersendiri usai melakukan analisa sampel gen.
Menurut laporan National Geographic, penelitian terhadap DNA hiu tersebut mulai dilakukan setelah ilmuwan yang tengah meneliti sampel DNA dari hiu berinsang enam menemukan kalau sampel DNA yang dimilikinya berbeda dengan sampel DNA hiu yang sudah lebih dulu ia miliki.
?Kami awalnya mengira kalau hiu ini hanyalah semacam spesies hiu yang berukuran lebih kecil, namun yang kami dapat justru sama sekali berbeda,? kata ilmuwan Toby Dal-Engel. ?Kami tanpa sengaja menemukan DNA asing yang terlihat sama sekali berbeda dengan yang sebelumnya pernah kami lihat.?
Hiu berinsang enam atau hiu sapi adalah sejenis hiu berwarna kelabu yang menghuni laut dalam. Tidak seperti hiu pada umumnya yang memiliki lima celah insang pada masing-masing sisinya, hiu yang satu ini memiliki enam celah insang.
Spesies hiu berinsang enam yang hidup di perairan Hindia dan Pasifik diketahui bisa tumbuh hingga sepanjang 6 meter. Namun spesies hiu yang hidup di Samudera Atlantik hanya memiliki ukuran maksimum kurang dari 2 meter. Karena hewan penghuni laut dalam cenderung tumbuh lebih lambat, hiu berinsang enam diperkirakan memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan spesies hiu di perairan yang lebih dangkal.
