Bernas.id – Sunan Kalijaga, barangkali beliau bukanlah sosok yang asing lagi bagi kita khususnya yang terlahir di Jawa. Dialah salah satu dari sekian wali yang memiliki andil sangat signifikan dalam penyebaran Islam di pulau Jawa.
Sunan Kalijaga dikenal dengan nama kecil Raden Said yang dilahirkan sekitar tahun 1440-an di Jawa Timur, tepatnya di daerah Tuban. Dia merupakan putra dari adipati Tuban. Sedangkan ibunya bernama Dewi Retno Dumilah. Ada beberapa versi lain yang mengatakan bahwa ibunya bernama Dewi Nawang Arung (putri Ki Agung Tarub) yang memiliki dua anak yaitu Dewi Sari dan Raden Said.
Dalam peranannya menyebarkan dakwah di Jawa, Sunan Kalijaga dikenal sebagai seorang seniman, budayawan, filsuf, dan waliyullah. Dalam menyebarkan dakwah dia sangat luwes dalam memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam budaya Jawa. Hal ini bisa kita lihat ketika Sunan Kalijaga melakukan dakwah melalui wayang kulit. Meskipun tradisi wayang pada mulanya bukan berasal dari Islam, namun Sunan Kalijaga memodifikasinya dengan cerita yang berbau Islam.
Selain berdakwah melalui wayang, Sunan Kalijaga sangatlah kreatif dalam bidang seni dan budayanya. Beliau merupakan pencipta lagu ilir-ilir yang sampai sekarang masih kita kenal. Selain menciptakan lagu ilir-ilir, Sunan Kalijaga merupakan pencipta pertama bedug yang digunakan untuk memanggil umat muslim untuk salat. Dia juga orang pertama kali yang mengadakan grebeg maulid di Demak dalam menyambut kelahiran Rasulullah dan masih banyak lagi seni yang ia geluti.
Begitu banyak kontribusi Sunan Kalijaga di dalam melakukan penyebaran dakwah Islam di Jawa. Cara dakwah yang beliau lakukan tidaklah menggunakan kekerasan, namun beliau menggunakan cara yang amat lunak untuk mengambil hati masyarakat Jawa pada saat itu. Nah, cara dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga inilah yang seharusnya dicontoh. Beliau berdakwah tidak hanya sebatas di atas mimbar, namun beliau juga berdakwah melalui tradisi, kesenian, maupun budaya.
