Bernas.id – Sumber daya manusia merupakan sumber yang paling dilirik bahkan di pandang paling menonjol oleh setiap bangsa. Dengan adanya sumber daya yang baik maka kita bisa membuat suatu negara berkembang bahkan bisa maju dengan cepat, kuatnya tatanan negara dengan menumbuh kembangkan sumber daya manusia maka negara tersebut bisa dikatakan sukses dalam menyejahterakan manusia.
Dipandang dari kacamata adat atau kebiasaan, Indonesia mempunyai nilai yang buruk dalam mengembangkan sumber daya manusia. Kuatnya kebiasaan yang dilakukan oleh manusia akan menimbulkan keseringan untuk melakukan hal itu dengan berkali-kali. Rasa nyaman yang mereka miliki semakin menjadi-jadi, kurangnya pemikiran untuk menjadi pembaruan bagi generasi yang akan datang membuat mereka menikmati dunianya sendiri. Hal itu sudah beranak pinang sehingga mentalnya menjadi micin.
Kebiasaan yang dibungkus adat yang buruk harus dibuang, kenapa harus dibuang? Karena sumber daya manusia Negara Indonesia sudah diketahui oleh Negara Asing. Tak sedikit pula banyak yang meremehkan kepada bangsa ini, meskipun Profesor dan Doktor sudah banyak. Namun, ingin mendongkrak sumber daya manusia di Indonesia sangat lah berat.
Kenapa berat? Karena sifat yang di miliki oleh bangsa ini adalah kebudayaan. Kebudayaan sendiri dalam KBBI adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.
Kegiatan yang berbudaya sangat berat, harus dibarengi dengan niatan yang kuat. Untuk mengembangkan sumber daya manusia harus benar-benar dilatih secara berkala, keunggulan ini dapat diperoleh dengan baik apabila suatu pemikiran ingin maju dan mempunyai rasa peduli terhadap bangsa menjadi singkron. Buang sifat apatis, tingkatkan sumber daya manusia ini supaya menjadi lebih baik.
Banyak sekali kegiatan untuk mencapai sumber daya manusia yang maksimal, dimulai dari membuat program perencanaan untuk mencapai impian, mengikuti kegiatan pendidikan yang formal dan nonformal, dan yang intinya bersungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan apapun. Harus dibarengi dengan aqidah yang baik, karena semakin sumber daya manusia hebat maka semakin kuat juga godaan yang akan diterimanya.
