Bernas.id ? Kemajuan teknologi menyebabkan banyak hal kini memiliki versi virtualnya, termasuk matang uang. Namun di balik kian maraknya praktik penambangan dan transaksi mata uang virtual, tersimpan bahaya yang siap menerkam siapapun sewaktu-waktu.
Bahaya tersebut adalah program perusak atau malware yang memaksa suatu komputer menambang mata uang virtual untuk kepentingan pembuatnya. Menurut blog resmi milik badan keamanan Palo Alto Networks pelaku memanipulasi program XRMig untuk menjalankan aksinya.
XRMig sendiri aslinya adalah program yang berfungsi sebagai penambang mata uang jenis monero. Oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, program ini disamarkan sebagai program lain dengan memakai teknik penamaan URL singkat.
Saat korban mengunduh program tersebut tanpa curiga, malware tadi kemudian akan mulai menambang monero dari komputer korbannya. Hal ini merugikan bagi komputer korban karena akan memperberat kinerja komputer.
Menurut Christopher Budd selaku kontributor blog Palo, Thailand menjadi negara dengan jumlah unduhan malware tertinggi. Tepatnya sebanyak 3,5 juta kali unduhan. Indonesia berada di posisi keempat dengan 988 ribu kali unduhan.
Seperti halnya bitcoin, monero merupakan mata uang virtual yang didapat melalui teknik pemecahan kode memakai komputer (mining). Monero memiliki tingkat kerahasiaan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bitcoin, sehingga mata uang virtual ini lebih diminati oleh mereka yang ingin melakukan transaksi gelap.
