Bernas.id – Tidak diragukan lagi, hampir setiap orang yang mengeyam bangku pendidikan pasti kenal dan bahkan pernah menyontek. Seperti sudah tradisi, menyontek seolah mendarah daging di tubuh pelajar atau dalam kata lain sulit dihilangkan.
Sebelum membahasnya lebih jauh kita ulas dulu, apa itu menyontek? Menyontek adalah perbuatan curang yang dilakukan oleh orang yang memiliki sifat tidak jujur demi mendapatkan nilai tinggi. Biasanya menyontek dilakukan di saat ujian. Menyontek biasanya dilakukan dengan cara melihat jawaban teman atau melihat catatan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Tapi, pernahkah terpikirkan apa penyebab seseorang itu menyontek? Berikut di antara penyebabnya.
1. Yang Terbaik yang Punya Nilai Tinggi
Dilihat dari mindset orang Indonesia yang menjadikan nilai sebagai tolok ukur tertinggi dalam kepandaian, dan mengesampingkan kejujuran serta pemahaman, menjadi alasan pokok kenapa seseorang bisa menyontek. Sebagian orang berpendapat nilaimu menetukan kastamu. Padahal, tolok ukur seseorang berprestasi tidak hanya terbatas nilai tertinggi.
2. Pengucilan Jika Tak Sesuai Harapan
Seseorang akan dikucilkan jika berada di posisi paling bawah. Tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Maka, mau tidak mau segala usaha dihalalkan termasuk menyontek jawaban teman. Padahal tidak semua yang di bawah artinya rendah. Bisa saja, memang itu bukan bidangnya dan bukan kemampuannya. Tidak semua manusia harus sempurna, kan?
3. Aritmatika Masih Menjadi Standarisasi Kepandaian di Indonesia
Mata pelajaran yang paling banyak dan sering dicontek adalah mata pelajaran aritmatika. Kenapa? Selain pelajaran tersebut memerlukan ketelian dan pemahaman, pelajaran itu juga menjadi standarisasi kepandaian. Yang nilai matematikanya paling tinggi pasti dianggap paling pandai. Padahal tolok ukur kepandaian tidak melulu harus dengan paham berbagai hitungan. Karena setiap manusia punya bakatnya masing-masing.
4. Tekanan Orang Tua
Kebanyakan anak menyontek karena tekanan dari orang tua di rumah. Kalau tidak bagus nilainya, akan kena marah. Maka dari itu anak-anak lebih memilih melihat jawaban teman dari pada jujur dengan kemampuannya.
5. Belum Siap dan Blank Saat Ujian
Persiapan yang kurang juga menjadi salah satu alasan kenapa anak-anak menyontek saat ujian. Kurangnya waktu untuk memahami materi, menjadikan mereka down dan satu-satunya pilihan adalah melihat jawaban teman. Blank atau dalam kata lain hilang ingatan saat ujian juga menjadi alasan lainnya. Terlalu panik dan gugup saat ujian menjadi alasan utama blank bisa terjadi.
Hal-hal di atas adalah sekilas dari penyebab anak-anak yang menyontek saat ujian. Menyontek bukan hal yang bisa ditutupi lagi, bahkan masuk kategori parah. Solusinya adalah mulailah menanamkan pemahaman bahwa, kejujuran dan kemampuan lebih dihargai dari pada nilai yang tinggi tapi ilusi. Lihat proses mendapatkannya, beri apresiasi dan semangati anak-anak saat nilainya jatuh.
Jika anak mendapatkan nilai buruk jangan jatuhkan semangatnya melainkan, pupuk kepercayaan dirinya. Berikan motivasi untuk belajar lebih giat lagi dan jangan paksakan dirinya untuk mengiasai suatu bidang yang di luar kemampuannya. Lihat lebih dalam apa yang menjadi passion-nya.
