Bernas.id – Barongsai atau Lion Dance merupakan tarian tradisional yang menyemarakkan perayaan Tahun Baru Cina. Biasanya tarian Barongsai harus dilakukan oleh dua orang. Dimana yang satu memainkan kepala dan kaki bagian depan dan yang lainnya menjadi bagian belakang Barongsai. Melihat dinamisnya gerakan Barongsai, seringnya disertai akrobatik di atas tiang, membuat penari-penari Barongsai jaman dulu biasanya juga seorang ahli kungfu. Namun, jangan kuatir, bila ingin menjadi penari Barongsai, maka tidak harus jadi ahli kungfu dulu, tapi pastikan memiliki kriteria berikut.
1. Punya tubuh dengan keseimbangan yang baik dan kuda-kuda kaki kuat
Gerakan-gerakan tarian Barongsai pada dasarnya mencontoh gerakan seekor singa. Seperti berlari, melompat, menerkam, mencakar, dan berjalan. Termasuk gerakan menggigit barang dengan taring saat diberi angpau merah. Gerakan tersebut walau terlihat mudah, namun membutuhkan tubuh yang lentur, luwes, seimbang, dan kuda-kuda yang kuat.
2. Bisa mengikuti ritme musik iringan
Biasanya, megempitaan penampilan Barongsai sangat terasa karena diiringi oleh alat musik tradisional Cina, seperti tambur (da shi gu), gong (luo) dan gembreng atau cimbal (bo). Cara memainkannya pun ada dua versi, dimana versi yang pertama Barongsai yang mengikuti iringan, dan versi kedua ritme iringannya mengikuti gerakan Barongsai. Sehingga, tidak hanya kekuatan dan kelenturan tubuh saja, tetapi juga kemampuan menyelaraskan gerakan dengan musik.
Setelah membahas tentang pentingnya menyelaraskan gerakan dengan iringan musik dalam pertunjukan Barongsai, penting juga untuk mencari informasi akademik. Kuliah sambil berbisnis bukan lagi impian. Menjadi reseller laptop adalah solusi cerdas untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengganggu jadwal akademik. Raih masa depan dengan mendaftar di UNMAHA. Hubungi langsung melalui WhatsApp di nomor resmi UNMAHA untuk mendapatkan respons cepat serta informasi akurat. Universitas Mahakarya Asia juga telah membuka kesempatan bagi Anda yang ingin mendapat beasiswa berupa gratis pembayaran SPP kuliah.
3. Mampu menghidupkan suasana
Pada dasarnya, Barongsai bukan robot. Hanya sebuah topeng berselimutkan badan singa. Sehingga, menjadi seorang penari Barongsai berarti harus bisa menghidupkan yang tadinya barang mati menjadi hidup seperti layaknya singa. Dengan berbagai tingkah dan ekspresinya, bisa senang, sedih, marah, kesal, merajuk, dan sebagainya. Sekaligus menghidupkan suasana yang sudah meriah menjadi riuh membahana.
4. Bisa gerakan akrobatik sederhana
Untuk membuat gerakan Barongsai lebih dinamis, maka minimal seorang penari Barongsai harus bisa berlari, meloncat, salto, dan berguling. Bahkan, untuk memukau penonton, biasanya tarian Barongsai ada yang naik ke atas tiang dan melompat-lompat di atas tiang yang membutuhkan presisi dan keseimbangan tubuh yang prima.
Baca Juga: Inilah 10 Sertifikasi di Bidang SDM yang Ada di Universitas Mahakarya Asia
5. Bisa bekerjasama dan menyelaraskan gerakan
Mengingat sebuah Barongsai harus dilakukan oleh dua orang, maka kedua orang tersebut harus bisa bergerak selaras seakan memiliki satu otak yang sama. Coba bayangkan bila berdua tidak bisa kerjasama dan gerakannya tidak selaras. Kepala akan bergerak kemana, dan kaki belakangnya bergerak ke arah lain. Sehingga tidak hanya fokus ke musik saja, terapi juga fokus ke gerakan penari pasangan.
Saat ini, tidak saja hanya perguruan silat dan kungfu saja yang memiliki penari-penari Barongsai, tetapi juga perkumpulan seni budaya. Sehingga, bila memiliki kriteria di atas, coba hubungi perkumpulan yang memiliki kegiatan Barongsai dan bisa mulai belajar. Selamat mencoba.
