Bernas.id – Fadli Zon memang dikenal banyak publik sebagai sosok yang kontroversial. Wakil Ketua DPR RI ini populer dengan pernyataan-pernyataannya yang sering memancing polemik dan perdebatan. Celotehannya kerapkali justru sering viral di media sosial.
Kritikannya yang viral di media sosial, misalnya soal kebijakan Presiden Joko Widodo yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Celotehannya itu menuai hujatan di jagat maya, seperti di jejaring media sosial Facebook. Unggahan status Fadli Zon ketika itu, yaitu: Lulusan SD Juga Bisa Naikkan Harga BBM.
Sejak 29 November 2014, unggahan status itu, dibanjiri komentar yang tak puas. Sampai tanggal 30 November 2014 ketika itu, sudah dikomentari 1.340 akun.
Diakui Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, menyebut demokrasi di Indonesia butuh sosok kontroversial seperti Fadli Zon.
“Demokrasi membutuhkan kontroversi, asal damai dan tentram,” ucap Prabowo saat berpidatonya di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, (10/2/2018).
Kali ini, penyataan ngocol datang dari Deddy Corbuzier. Mantan mentalis ini tak menduga ketika Fadli Zon dilahirkan nyatanya harus sampai mendatangkan 4 dokter secara bersamaan.
Persitiwa ini bisa terungkap dari akun Youtube TRANS7 OFFICIAL. Dalam sebuah acara talkshow yang ditayangkan stasiun televisi itu, Fadli Zon diundang sebagai bintang tamu.
Menguak sisi lain Fadli Zon memang menjadi topik dari acara itu. Dalam tayangan itu, Deddy Corbuzier membaca buku Fadli Zon. Di salah satu halamannya tertulis kalau Fadli Zon saat lahir membutuh 4 orang dokter.
Komentar yang muncul dari Deddy Corbuzier, yaitu ?Jadi bapak itu lahir aja udah ngrepotin Pak,” ujarnya. Mendengar komentar Deddy, Fadli Zon justru tampak mengangguk.
Fadli Zon pun memberikan balasan, “Sebenarnya bukan ngrepotin ya, saya itu lahirnya di bulan ke-10 kandungan, itu agak ketuaan,? jelasnya.
?Dan kondisi saya saat lahir itu berat 5 kg dan panjang 57 cm, itu ibu saya caesar,” imbuh Fadli Zon.
Dalam acara talkshow itu, saat ditanya masa lalunya, Fadli Zon ternyata memang sangat suka menulis puisi sejak kelas 3 SD dengan menggunakan mesin tik. Bahkan Fadli Zon mengungkapkan jika ia dan keluarganya merupakan keluarga pencari beasiswa.
