Bernas.id – Sejak era Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno, serangan bom pun sudah terjadi. Tak pandang suku, ras, dan agama, perbuatan bengis serangan bom menyasar kepada siapa saja. Alih-alih demi tujuan mulia, dampak ledakannya justru melukai nilai-nilai kemanusiaan. Atas dasar apapun, melukai dan menghilangkan nyawa manusia tak bersalah adalah perbuatan keji, tak beradab.
Namun, meski serangan bom itu tidak bisa dibenarkan, nyatanya masih terus terjadi. Dari tahun ke tahun perjalanan bangsa Indonesia, ada saja terjadi peristiwa serangan bom. Peristiwa serangan bom seolah menjadi pengisi cerita wajib di setiap tahunnya. Berikut ini rentetan peristiwa serangan teror bom yang pernah terjadi di Indonesia, pada tahun 2000-an, diambil dari berbagai sumber.
Serangan Bom 30 November 1957
Presiden Sukarno mengunjungi Perguruan Cikini di Jalan Cikini Nomor 76, Jakarta Pusat, dalam rangka menghadiri perayaan ulang tahun ke-15 sekolah itu. Kunjungan Presiden untuk memenuhi undangan Johan Sirie, Direktur Percetakan Gunung Sari, dan Sumadji Muhammad Sulaimani, Kepala Perguruan Cikini, sebagai panitia penyelenggara. Putra-putri Sukarno, Muhammad Guntur Sukarnoputra dan Megawati Sukarnoputri, juga belajar di sekolah tersebut.
Serangan Bom, 11 November 1976
Bom meledak di Masjid Nurul Iman, Kota Padang, tepatnya pukul 22.20 waktu setempat. Ledakan bom menyebabkan loteng masjid di lantai satu mengalami kerusakan parah, sedangkan jendela kaca di beberapa bagian pecah.
Menurut keterangan dari pihak keamanan setempat disebutkan bahwa bom ditempatkan di bawah tangga menuju lantai dua dan sepertinya diatur untuk meledak ketika pelaksanaan ibadah salat Jumat keesokan harinya. Namun bom meledak lebih dini, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Pelaku peledakan bom bernama Timzar Zubil yang merupakan anggota Komando Jihad.[1] Aksi Timzar sebelumnya dilakukan pada 20 Oktober 1976. Timzar dan kelompoknaya meledakkan Rumah Sakit Immanuel di Bukittinggi.
Serangan Bom Tahun 1978 dan 19 April 1999
Tahun 1978, Masjid Istiqlal pernah diteror bom. Pelaku dan motif belum diketahui. Lalu, 19 April 1999 bom meledak di lantai dasar Masjid Istiqlal. Letusan ini meretakkan tembok dan memecahkan kaca beberapa kantor organisasi Islam yang berkantor di Masjid Istiqlal, termasuk kantor Majelis Ulama Indonesia. Dua orang terluka akibat ledakan ini.
Pada bulan Juni 1999 Polisi mengumumkan tujuh orang pengamen tersangka pelaku pengeboman Masjid Istiqlal yang telah ditangkap. Ketujuh orang ini adalah pelaksana yang menempatkan bom di Masjid Istiqlal, meskipun demikian siapakah otak perencana di balik pengeboman ini masih belum terungkap jelas.
Serangan Bom, 4 Oktober 1984
Ledakan bom di BCA, Jalan Pecenongan, Jakarta Barat. Pelakunya bernama Muhammad Jayadi, anggota Gerakan Pemuda Ka?bah (anak organisasi Partai Persatuan Pembangunan) lantaran protes terhadap peristiwa Tanjungpriok 1983.
Serangan Bom, 21 Januari 1985
Pengeboman Candi Borobudur, adalah peristiwa pemboman peninggalan bersejarah Candi Borobudur dari zaman Dinasti Syailendra yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada hari Senin 21 Januari 1985.
Serangan Bom, 16 Maret 1985
Pengeboman di bus Pemudi Express di Banyuwangi dan peledakan Gereja Sasana Budaya Katolik Magelang beberapa waktu setelahnya.
Serangan Bom Tahun 1991
Anak buah gerilyawan Fretilin, Kay Ralla Xanana Gusmao, meledakkan bom di Demak, Jawa Tengah. Saat itu, Jakarta sangat represif pada pergerakan di Dili, Timor-Timur, itu yang puncaknya adalah peristiwa Santa Cruz, di Dili. Satu Hotel juga diledakkan di Surabaya.
Serangan Bom, Awal Reformasi Januari 1998
Bom meledak di rumah susun Senen, Jakarta. Di tahun yang sama, tempat parkir kendaraan di Atrium Plaza di Jakarta Pusat, diledakkan. Sejumlah mobil rusak berat.
Serangan Bom Tahun 1999
Pusat perbelanjaan Ramayana di Jalan Agus Salim (dikenal sebagai Jalan Sabang), Jakarta Pusat, diledakkan sehingga merusak bagian toko itu. Pelakunya sama dengan pelaku di Atrium Plaza, pusat perbelanjaan Senen, Jakarta Pusat pada 1998.
Di tahun ini pula pusat perbelanjaan Plaza Hayam Wuruk di Jakarta Barat, diledakkan sejumlah pemuda yang mengaku anggota Angkatan Mujahidin Islam Nusantara.
