SLEMAN, BERNAS.ID — Beredar informasi bahwa Bakti Sosial Alumni UGM Pendukung Jokowi – Amin mengandung unsur ?money politic? (politik uang). Pasalnya, pihak panitia dianggap telah menyebarkan kupon pembagian sembako secara gratis.
Koordinator Bakti Sosial Alumni UGM Pendukung Jokowi – Amin Ir. Budi Setiyono, MM, Jumat (14/12/2018), melalui rilis yang dikirim ke bernas.id, mengatakan, bahwa kabar tersebut tidak benar. Pihaknya telah mengkofirmasi kepada Sekretaris Bawaslu Kabupaten Sleman Suparno dan berikut hasil konfirmasi panitia:
1. Kegiatan Bakti Sosial tidak ada kaitannya dengan KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada). Kegiatan ini murni inisiatif alumni UGM yang dikoordinatori oleh Ir. Budi Setiyono MM, untuk menggelar Bakti Sosial di Joglo Mbah Mono, Jl. Palagan KM 12, Dukuh Gondanglutung, Desa Donoharjo, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman, DIY pada Sabtu 15 Desember 2018.
2. Koordinator acara telah berkoordinasi dengan Bawaslu Sleman terkait acara Bakti Sosial yang akan digelar pada Sabtu 15 Desember 2018, usai menggelar jumpa pers pada Jumat 14 Desember 2018.
3.Sembako tidak dibagikan secara gratis. Konsep acara adalah pasar murah, dan masyarakat diharuskan membeli sembako berupa beras 2 kg, minyak 1 liter, dan gula pasir 1 kg seharga Rp.15.000 dengan menunjukkan kupon. Dengan sistim kupon diharapkan supaya antrian pembelian lebih tertib. Artinya, kegiatan Pasar Murah dalam Bakti Sosial ini bukan termasuk dalam pelanggaran ?Politik Uang? sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal UU No. 7 tahun 2017 yang mengatur hal tersebut, karena masyarakat diharuskan membeli Kupon Pasar Murah.
4. Pada hari Jumat (14/12/2018) pihak Bawaslu Kecamatan Ngaglik atas nama Maryono telah berkoordinasi dengan panitia. Pihak Bawaslu mengimbau panitia untuk tidak menampilkan foto dan nomor paslon. Hal ini sudah dilaksanakan oleh Panitia. (*/ted)
