YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Bicara soal menu empat sehat lima sempurna, dua diantaranya adalah ketersediaan sayur-sayuran dan buah-buahan. Sedangkan untuk memperoleh sayur maupun buah yang benar-benar sehat pun kini bisa dikatakan semakin sulit, karena dalam proses tanam sayur dan buah dari awal hingga jelang panen tidak lepas dari pemakaian zat kimia, yaitu berupa pupuk pabrikan maupun pestisida kimia.
Dalam rangka memperkenalkan dan memasyarakatkan produk sayuran organik dan media tanam organik, kepada masyarakat, Kebun Soka Samigaluh setiap hari Sabtu dan Minggu, menggelar Bursa Sayur Organik, di teras samping Ndalem Gamelan Private Guest House, di RW 08 Suryoputran, tepatnya di Jalan Gamelan, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.
?Bursa sayur organik ini dimulai baru kemarin (Sabtu, 9/3), kegiatan ini lebih untuk memperkenalkan kembali dan memasyarakatkan sayur organik yang lebih sehat. Juga semacam penjajakan pasar bagi pertanian sayur organik yang kami kelola di Samigaluh, Kulonprogo,?terang Organic Expert Kebun Soka Samigaluh, Ir. Bambang Susilo, kepada Bernas.id, Minggu (10/03/2019).
Bambang Susilo, menambahkan, bahwa penanaman sayur organik yang dilakukan oleh Kebun Soka baru ada enam titik di desa Kedung Gupit, Kelurahan Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo. Dan yang ditanam secara organik dan dijual dalam bursa di antaranya, sayur kalian, bayam cina, bayam merah, siomak, chaisim, kenikir, dan sentrong.
?Kami buka tiap Sabtu dan Minggu atau sementara seminggu sekali adalah berdasar pengaturan pola tanam jenis sayuran yang berkisar antara 30 – 40 hari siap petik untuk panen. Harapan pak Heroe Soelistiawan selaku owner Kebun Soka, ke depan kegiatan ini bisa menjadi embrio percontohan sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat para petani setempat guna meningkatkan pendapatan. Jadi bursa bisa buka setiap hari,?jelas bapak berputra dua yang berasal dari Kediri, Jawa Timur.
Berdasar pengamatan Bernas.id, selain bursa sayuran organik yang semua jenis sayuran yang dijual dengan dibandrol Rp 10.000 setiap kilogramnya. Dalam bursa yang digelar setiap hari Sabtu dan Minggu, dari pagi hingga sore hari, juga dijual media tanam organik, seperti pupuk organik, pestisida organik yang bersifat mengusir serangga pengganggu tanaman, dan air kencing kelinci sebagai pupuk cair.
Sementara itu, Ketua RW 08 Suryoputran, Seno Pratomo, kepada Bernas.id, menyatakan sangat mendukung kegiatan Bursa Sayuran Organik yang digelar oleh Kebun Soka Samigaluh, setiap hari Sabtu dan Minggu di wilayahnya.
?Selain warga dimudahkan dalam membeli sayuran yang sehat tanpa pengaruh bahan kimiawi. Sayuran dan buah organik ini kedepan akan semakin dicari, karena masyarakat semakin sadar akan pola makanan yang sehat. Juga berharap Kebun Soka Samigaluh dapat memberikan pelatihan menanam sayur organik, sehingga warga Kampung Suryoputran khususnya, dapat memanfaatkan lahan yang dimilikinya,?ujar Seno Pratomo, yang pernah menjadi Anggota DPRD Kota Yogyakarta Tahun 2014 dan kini kembali ikut berkontestansi dalam Pemilu 2019. (ted)