YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Hasil dari monitoring Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) DIKTI, yang dilakukan pada Rabu, 6 November 2019 lalu, merekomendasikan tujuh usaha produk Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), dilepas ke pasar. Tolok ukur dari rekomendasi tersebut berdasarkan pada produk yang telah laku, omset telah rutin, dan dari pemasaran, produksi serta keuangan yang telah siap.
Ketujuh bentuk usaha yang telah siap dilepas ke pasar diantaranya adalah Zalac Coffee, Anomali Beanbag, Jafla Food, Lurah Capcin, Takahomi Furniture, Keva Media, dan Kariso Furniture.
Monitoring yang dilakukan oleh DRPM DIKTI sendiri merupakan bentuk dari evaluasi terhadap penerima hibah pengabdian multi tahun. Untuk usaha yang telah dirintis oleh mahasiswa UTY, diketahui telah beromset diatas lima juta rupiah untuk jenis kuliner dan diatas sepuluh juta rupiah untuk jenis kerajinan. Atas kesuksesan tersebut, UTY akan memberikan pendampingan psikologis kepada para entreupreuner binaan tersebut.
?Untuk tahun ini, UTY mendapat 7 jatah produk wirausaha yang direkomendasikan dilepas ke pasar,? tutur Rofiqoh, S.E., M.Si., Ak., C.A,. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UTY, Minggu (24/11/2019) kepada bernas.id
Untuk selanjutnya, sambung Rofiqoh UTY hanya mendampingi secara psikologis, yakni yang dapat berupa konsultasi bisnis dan pemasarannya saja.
Sedangkan SOP Kewirausahaan binaan PPK UTY adalah, bisnis berbasis teknologi, baik dalam proses produksi maupun pemasaran, termasuk pelayanan pelanggan, memiliki Sumber Daya Manusia yang terampil dan berpengetahuan
Fokus pada pelayanan konsumen, mampu menghasilkan produk yang demand driven berdasarkan apa yang dibutuhkan dan diiginkan konsumen, pelaku usaha sudah bersikap adaptif yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan mampu melayani konsumen dengan baik, kualitasnya produk standar dimulai dengan penggunaan bahan baku yang standar, proses produksi standar akan menghasilkan produk yang standar, kapasitas selalu ditingkatkan dan harga standar tidak berubah-ubah.
“Dapat menjaga kontinuitas produk sehingga tidak mengecewakan konsumen, serta memiliki keuangan perusahaan stabil dalam arti harus direncanakan dengan membuat arus kas bulanan berisi kebutuhan pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya lain-lain,” pungkasnya. (cdr)
