YOGYA, BERNAS.ID – Memperingati HUT PGRI ke-74, dan Hari Guru Nasional 2019, Pemda DIY mencanangkan Gerakan Indonesia Menabung. Hal itu dilakukan Senin (25/11/2019) di GOR Amongraga Yogyakarta.
Pencanangan ditandai dengan pemberian Tabungan Simpel (Simpanan Pelajar) Pandai bagi seluruh siswa SMP di DIY dari BPD DIY. Dengan pencanangan ini, DIY menjadi provinsi pertama di mana seluruh siswa SMP-nya kini diberi tabungan.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam kesempatan ini menjelaskan ini adalah bentuk sinergi agar tugas bersama mendidik generasi muda menjadi lebih ringan. Sebab menurutnya para guru harus menyiapkan para murid hidup di masyarakat dan paham tentang jasa dan produk keuangan.
“Sehingga nantinya pada saat menjadi nasabah bank bisa memilih mana investasi yang benar, mana investasi yang berisiko,” katanya.
Dirinya berpendapat, sekolah harus menjadi agen keuangan, untuk membawa guru dan murid menjadi bagian dari sistem keuangan. Karena itu seluruh anak SMP di DIY dibukakan Tabungan Simpel yang tanpa buku tabungan, namun berupa tabungan elektronik.
“Jadi [siswa] tidak lagi membawa buku tabungan, namun membawa kartu, kartu yang smart,” jelasnya.
Ia juga meminta setiap hari Senin untuk dicanangkan sebagai hari menabung bagi siswa. Dalam menabung, siswa tidak harus datang ke bank, karena bendahara sekolah akan dijadikan agen penabung bank, yang akan berurusan dengan bank seminggu sekali.
“Dan ini tentunya lama-lama agennya bisa diperluas, tidak hanya agen penabung, semua yang di sekolah kalau beli motor beli mobil bisa lewat agen itu,” ujarnya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam kesempatan ini mengajak guru untuk merenung, apakah sudah mampu menciptakan generasi muda yang unggul. Sebab tantangan pendidikan ke depan semakin berat.
“Selain bersyukur hendaknya kita melakukan introspeksi dan retrospeksi,” ujarnya.
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang hadir dalam acara ini menyampaikan, Gerakan Indonesia Menabung penting dicanangkan. karena ini merupakan usaha untuk semakin menyejahterakan berbagai pihak. Ia juga mengajak guru untuk semakin mengikuti perkembangan informasi, sebab pengetahuan kognitif siswa kini semakin maju.
“Guru harus memperkaya pembacaannya agar tidak kalah dengan para siswa,” pesannya. (den)
