Bernas.id – Tanggal 8 April 2020 kemarin hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau yang lebih dikenal dengan SNMPTN sudah mulai bisa dilihat melalui laman utama LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) dan beberapa laman mirror. Congrat untuk kamu yang lolos. Sementara bagi yang gagal SNMPTN, ini bukan akhir segalanya.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Mengenyam pendidikan hingga bangku perkuliahan tentu impian sebagian besar siswa. Berbagai hal telah dipersiapkan agar tercapai keinginan untuk bisa menimba ilmu sampai pendidikan tinggi. Mulai dari rajin belajar, mencari informasi perguruan tinggi, menentukan jurusan yang sesuai kemampuan dan minat, serta mengurus persyaratan-persyaratan yang diperlukan. Bahkan demi tercapainya kuliah di perguruan tinggi impian sebagian besar siswa rela meluangkan waktu untuk mengikuti kelas bimbingan belajar di luar jam sekolah. Luar biasa!
Salah satu jalur yang bisa ditempuh untuk lolos menjadi mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri adalah jalur SNMPTN ini. Sebuah jalur khusus bagi siswa jenjang SMA/SMK/MA yang berprestasi tinggi dan konsisten menunjukkan prestasinya dengan rapor dan portofolio akademik sebagai bukti. Rapor yang digunakan adalah semester satu sampai semester lima bagi sekolah dengan masa belajar tiga tahun atau rapor semester satu sampai dengan semester tujuh untuk sekolah dengan masa belajar empat tahun.
Lantas jika gagal lolos SNMPTN apakah artinya rapor dan portofolio tidak bagus? Nilai-nilainya kurang? Jawabnya TIDAK. Ada banyak faktor yang mempengaruhi ketidaklolosan peserta SNMPTN. Beberapa diantaranya adalah:
1. Salah Memilih Program Studi di PTN Tujuan
Siswa SMA jurusan Bahasa mengambil program studi Teknik Pertanian wajar jika gagal dalam SNMPTN karena program studi yang dipilih tidak relevan dengan jurusannya di SMA. Jadi pemilihan program studi di jenjang PTN yang dituju sangatlah penting dan butuh kejelian. Jangan sampai salah memilih program studi.
Baca juga: 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
2. Daya Tampung di PTN Sedikit Sementara Peminatnya Banyak
Hal semacam ini sering terjadi umumnya pada program studi dan PTN dengan grade tinggi. Banyak peminatnya namun daya tampung sedikit sehingga persaingan sangat ketat. Jadi jika tidak diterima di program studi ini bisa jadi sebenarnya hanya selisih berapa poin saja dengan siswa rangking terbawah yang diterima.
Baca juga: 13 Universitas Jurusan Akuntansi Terbaik Indonesia dan Luar Negeri
3. Track Record Sekolah yang Kurang Baik
Tidak akan diikutkan pada SNMPTN tahun berikutnya adalah sanksi bagi sekolah yang terbukti melakukan kecurangan pada SNMPTN tahun sebelumnya. Berbeda jika yang melakukan kecurangan adalah siswa di sekolah tersebut, kemungkinan terburuk adalah akan semakin sedikit jumlah yang diterima dari sekolah yang sama. Penyebab blacklist ini misalnya banyak siswa yang telah dinyatakan lolos SNMPTN namun tidak melanjutkan tahapan selanjutnya atau mengundurkan diri. Hal ini menyebabkan tingkat kepercayaan PTN akan berkurang pada tahun berikutnya yang tentu merugikan adik kelasnya.
Nah, sudah tahu apa penyebab kegagalanmu pada SNMPTN kali ini? Jangan kawatir, gagal SNMPTN bukan akhir segalanya. Masih banyak cara lain agar keinginanmu mengenyam pendidikan tinggi bisa tercapai. Untuk PTN masih ada jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan Seleksi Mandiri. Sementara untuk perguruan tinggi swasta peluang masih terbuka lebar. Salah satunya adalah di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) yang tahun ini membuka kesempatan kepada 5000 lebih calon mahasiswa yang siap menerima ilmu pengetahuan dan semangat berprestasi.
Baca juga: Daftar Universitas Kuliah Jurusan Bisnis Manajemen di Indonesia
