BERNAS.ID – Email adalah salah satu alat komunikasi paling efektif di dunia digital saat ini. Oleh karena itu, email juga dimanfaatkan untuk kegiatan marketing. Email marketing adalah salah satu strategi online marketing yang sering dilakukan oleh berbagai bisnis. Berbagai industri, mulai dari fashion sampai toko furniture sudah mengimplementasikan email marketing sebagai salah satu cara mereka untuk berbagi informasi dengan pelanggannya.
Pernahkah Anda membuat email marketing yang efektif supaya bisa menghasilkan pengunjung dan konversi tinggi? Selain menghasilkan konversi yang tinggi tentu Anda memerlukan banyak subscriber email marketing agar mendapat konsumen yang selalu berlangganan berita tentang bisnis Anda.
Banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan menggunakan email marketing. Yuk, simak artikel berikut ini.
1. Waktu dan Frekuensi
Bagaimana sebuah email bisa menghasilkan konversi yang besar jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik penerimanya. Salah-salah kita malah akan hanya menjadi spam bagi penerima atau subscriber kita. Salah satu yang penting saat hendak mengirim email yaitu waktu dan frekuensi pengirimannya.
Penting untuk kita melakukan segmentasi berdasarkan zona waktu untuk setiap subscriber yang kita miliki. Sehingga kita bisa menyesuaikan dan mereka menerima email di waktu yang tepat. Dengan begitu juga kemungkinan email akan dibuka dan menghasilkan konversi juga akan semakin besar.
Jika sebelumnya kamu pernah melakukan pengiriman email, maka coba untuk melihat bagaimana hasil dari pengiriman itu. Manakah waktu yang tepat dan manakah waktu yang tidak bisa dilakukan lagi.
Dan jangan mengirim email kepada pelanggan atau subscriber setiap hari. Jadwalkan saja agar setiap email bisa menjadi momen yang dinantikan oleh pelanggan.
2. Subject Pengiriman Email
Pentingnya sebuah subject bagi email marketing menjadi daya tarik utama untuk kemudian pelanggan mau membuka atau justru mengabaikannya. Pastikan untuk tetap menjaga subject email agar ramah terhadap pembaca. Bukan hanya sekadar menarik, tapi juga tidak terlalu panjang, agar semua pesan bisa tersampaikan, harusnya di bawah 50 karakter.
Subject akan menciptakan kesan dan menanamkan rasa percaya kepada pelanggan. Kita bisa melakukan A/B test untuk menguji apakah subject email kita bekerja dengan baik atau tidak bisa diulangi lagi.
3. Jangan Buru-Buru Promosi
Di dalam strategi funneling kita mengenal yang namanya memancing ikan di kolam. Untuk memancing ikan, tentu saja kita tidak bisa serta merta mengambil ikan tersebut dari kolam. Pertama-tama, kita harus memberi makan ikan tersebut. Setelah ikan-ikan tersebut mendekati kita dengan modal umpan tadi, baru kita mulai menuai hasil atau manfaat.
Sama halnya dengan strategi email marketing, jangan langsung promosi produk Anda habis-habisan. Promosi yang berlebihan, khususnya kepada subscribers baru justru membuat mereka ilfil. Bukannya terpancing dengan produk yang Anda tawarkan, bisa-bisa calon klien justru males dan langsung unsubscribe.
Sebaliknya, buat lah subscriber betah menerima email dari Anda. Jalin komunikasi terlebih dahulu dengan subscriber Anda sehingga ia mulai mempercayai Anda dan yakin dengan authority Anda. Setelah Anda yakin calon pembeli melihat authority Anda, maka mulai kirimkan email promosi.
4. Konten Visual
Jika dulu email bisnis hanya berisi konten teks dimana banyak informasi yang sulit diterima, maka di era millennial ini itu seolah tidak berlaku lagi. Konten visual menjadi penggantinya. Dimana gambar dan bahkan video mendominasi konten email. Gunakan CTA untuk mengarahkan pengguna ke halaman yang kita inginkan, dimana mereka bisa membaca artikel atau konten lengkapnya.
Gunakan alat untuk mengoptimasi gambar yang akan digunakan. Sebab gambar dengan size yang besar akan memberatkan atau justru tidak akan muncul di dalam email. Terkadang browser juga tidak mendukung konten visual untuk tampil secara keseluruhan. Sehingga memang perlu dilakukan uji coba hingga pada akhirnya melakukan pengiriman.
5. Buatlah Personalisasi
Yang terakhir adalah yang tidak kalah penting, yaitu membuat personalisasi. Dimana kita membuat konten yang relevan dengan apa yang mereka ikuti sebelumnya. Misalnya saja, ketika mereka subscribe ke blog tertentu, kita bisa melakukan segmentasi dimana membuat konten yang relevan dengan apa yang mereka minati.
Dengan membuat personalisasi email dalam kampanye email kita, maka email kita akan menjadi lebih efektif dan memberikan kemungkinan konversi yang lebih besar terhadap penjualan. Setelah membuat konten yang relevan, kita bisa membuat CTA yang diarahkan ke produk atau artikel terkait di dalam blog.
Bagi Anda yang berencana menekuni bisnis yang menguntungkan seperti bisnis properti misalnya, kini ada inovasi terbaru yang memungkinkan Anda menjadi agen properti sukses dengan cara yang mudah dan efisien. Bernas Group melalui Viral Property menyelenggarakan program Gotong Royong Digital yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan komisi dari properti di seluruh Indonesia tanpa harus repot terjun langsung ke lapangan. Daftarkan diri Anda segera melalui link berikut ini: https://bernas.info/ViralProperty. (tds)
