Bernas.id ? Membuka usaha baru saat suasana pandemi seperti saat ini memanglah sangat riskan. Selain dampak berbagai kebijakan pemerintah dalam pencegahan semakin menyebarnya virus corona juga disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat. Tapi bukan berarti tidak memungkinkan untuk buka usaha baru, bukan? Asalkan mampu melihat peluang yang bisa diambil ditambah hasil survey pasar yang valid tentu tidak menutup kemungkinan untuk membuka usaha baru di tengan pandemi Corona Virus Disease 19.
Menurut catatan Nielsen dalam MMA Survei, majalah MIX 2020, sektor usaha yang berkembang selama pandemi Covid-19 adalah food and beverage sebesar 28%. Meskipun ada anjuran untuk stay at home ternyata justru keinginan berbelanja makanan dan minuman meningkat secara online. Hal ini kemungkinan besar dikarenakan konsumen ingin memanjakan lidah, salah satu cara refreshing yang masih bisa dilakukan meski berdiam diri di rumah selain menonton film.
Berdasarkan catatan tersebut peluang membuka usaha di sektor food and berverage masih terbuka lebar. Peluang ini bisa diambil dengan menekan resiko gagal sebisa mungkin. Usaha dengan sistem franchise atau waralaba adalah salah satu solusi yang bisa diambil. Usaha dengan sistem franchise adalah salah satu model usaha yang berjalan antara pemilik brand (merek) dengan pemodal. Pemilik brand memberikan hak kepada pemodal untuk menjalankan usahanya termasuk penggunaan merek sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama. Dengan sistem franchise, pemilik modal tidak perlu lagi membangun merek dan sistem kerja dari awal.
Inilah keuntungan yang bisa diperoleh jika membuka usaha baru dengan sistem franchise. Tidak perlu susah-susah membangun brand dari awal karena merek yang dipakai sudah dikenal masyarakat. Demikian juga dengan sistem kerja. Franchisor atau pewaralaba (pemilik brand) sudah menawarkan sistem kerja yang harus dilakukan oleh pemilik modal. Step by step membuka usaha baru sudah terkonsep dengan matang dan telah terbukti sebelumnya. Resiko gagal lebih kecil daripada harus memulai usaha dari nol.
Step by step prosedur inilah mentoring bisnis gratis yang diperoleh jika membuka usaha dengan sistem franchise. Pengalaman dibimbing oleh franchisor tentunya akan sangat bermanfaat jika di kemudian hari akan membuka jenis usaha baru secara mandiri, tanpa franchise saat wabah telah berakhir. Meskipun saat ini banyak juga digital mentoring bisnis yang ditawarkan, salah satunya adalah dari Putu Putrayasa, pemilik belasan perusahaan mulai dari media dan perguruan tinggi, praktisi mengembangkan bisnis dengan digital marketing sejak tahun 1999 melalui 888 Voucher Digital Mentoring.
Pastikan mentor yang dipilih terpercaya dan telah terbukti meraih kesuksesan melalui usaha yang dikelolanya. Demikian jua dalam memilih franchise. Lakukan survey ke franchise–franchise yang telah ada, semakin banyak sebaran brand tersebut maka dapat disinyalir semakin bonafit kerjasama yang ditawarkan. Jangan terburu-buru, kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan bekerjasama dengan salah satunya.
