BERNAS.ID – Jika Anda penggemar masakan dari jamur, apakah Anda juga berminat untuk membuka usaha budidaya jamur tersebut selain hanya sebagai konsumen saja? Banyaknya peminat makanan dari bahan jamur ini terutama jamur tiram mengakibatkan persediaan jamur juga semakin menipis.
Jamur bukan hanya dikonsumsi oleh masyarakat lokal namun permintaan ekspor juga banyak yang datang dari negara tetangga. Mengingat produksi jamur masih sedikit inilah anda bisa berpeluang membuka usaha budidaya jamur yang semakin hari semakin diminati orang.
Tingginya permintaan akan jamur di masyarakat membuat banyak orang ingin menekuni usaha budidaya jamur ini. Jamur bukan hanya enak dimakan namun kandungan pada jamur seperti kalium dan mineralnya bisa dijadikan obat tekanan darah tinggi dan stroke. Jamur juga mengandung protein tinggi, vitamin dan mineral.
Seperti apa cara budidaya jamur tiram? Berikut penjelasannya.
1. Memilih Bibit Jamur Tiram yang Baik
Padanan istilah bibit, bebet, bobot itu bukanlah cuma omongan belaka. Cara budidaya jamur tiram yang paling pertama adalah soal pemilihan bibit. Kalau kita mau sukses dalam bisnis jamur tiram putih ini, pilihlah bibit yang terbaik. Banyak orang gagal di bisnis ini karena tidak memperhatikan bibit jamur tiramnya. Ada baiknya, kita membeli bibit terbaik ini dari petani jamur tiram yang sudah berpengalaman bertahun-tahun membudidayakannya.
2. Menyiapkan Kumbung
Cara budidaya jamur tiram selanjutnya adalah mempersiapkan kumbung jamur. Kumbung atau rumah jamur terbuat dari bambu atau kayu yang berguna sebagai tempat perawatan baglog dan menumbuhkan jamur.
Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan serta atapnya bermaterial genteng atau sirap. Rumah jamur dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu dan diletakkan berjajar antara rak satu dengan yang lain. Hanya saja dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.
Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.
3. Perhatikan Media Tanamnya
Setelah kumbung siap, waktunya untuk membuat media tanam budidaya jamur tiram. Tantangan tersulit dari cara budidaya jamur tiram selanjutnya yaitu, media tanamnya. Yaitu, baglog.
Baglog ini terbuat dari bekatul, grajen (serbuk gergaji) dan kapur. Campuran tiga bahan inilah yang nantinya bisa mengeluarkan jamur tiram. Semua bahan ini harus diaduk rata dan ditambahkan air sekitar 60% dari berat media tersebut. Lalu, jangan lupa tutup dengan terpal atau plastik.
4. Perhatikan Proses Fermentasinya
Cara budidaya jamur tiram di rumah selanjutnya adalah mencampur tiga bahan tadi. Diamkan media itu tumbuh 5-10 hari agar proses pelapukan atau pengomposan pada material itu sempurna.
Pada proses ini, kita harus memastikan kalau udara di sekitar media tanam meningkat sampai 70 derajat celcius. Kita juga harus melakukan proses pemerataan material tanah dengan cara membolak-balikkannya. Kalau baglog sudah berwarna cokelat kehitaman, artinya media tanam sudah siap.
5. Sterilisasi Baglog Jamur Tiram
Langkah selanjutnya cara budidaya jamur tiram adalah sterilisasi. Kita membutuhkan beberapa drum untuk proses ini. Drum pertama kita isi dengan air sekitar 30-50 cm dari dasar drum. Lalu panaskan air dalam drum sampai mengeluarkan uap. Kemudian tutup.
Drum juga harus dilubangi dan disambungkan dengan selang besar untuk dihubungkan dengan drum kedua. Nantinya aliran uap akan masuk ke drum ke-dua dari bawah. Kemudian bagian atas ditutup dengan pengencang dari besi yang diberi lubang untuk dihubungkan dengan drum ketiga.
Terus lalukan tersebut pada drum ketiga dan selanjutnya. Nantinya di drum terakhir harus ada plastik yang diikat dengan tali tambang. Jangan memakai besi karena berpengaruh besar pada tekanan.
6. Inokulasi Baglog Jamur Tiram
Tahapan selanjutnya kita pindahkan baglog tersebut ke tempat inokulasi. Biarkan selama 24 jam agar kembali ke suhu normal. Pastikan sirkulasi udara di tempat tersebut berjalan dengan baik buat mencegah baglog tercemar bakteri.
Kita harus menyiapkan botol bibit F3, lalu semprot menggunakan alkohol. Selanjutnya kita semprot botol dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar, lalu matikan api tersebut.
Lalu kita buka kapas penyumbat botolnya, dan aduk dengan benda yang sudah disterilkan di atas api. Tahapan terakhir inokulasi, kita pindahkan bibit dari botol ke dalam baglog hingga sebatas leher, dan tutup kembali dengan kapas.
7. Cara Budidaya Jamur Tiram Tahap Inkubasi
Pada tahap inkubasi, jamur tiram harus disimpan pada ruangan dengan suhu 22-28 derajat celcius. Tingkat kelembapan yang dibutuhkan yaitu 60-70%. Masa inkubasi ini berlangsung selama beberapa minggu sampai tumbuh dengan sempurna.
8. Saatnya Memanen!
Langkah terakhir, adalah panen jamur tiramnya! Biasanya dalam waktu satu bulan jamur ini akan siap dipanen. Jangan memanen jamur dengan tangan kosong karena bisa menyebabkan luka dan terjadi pembusukan pada jamur tersebut.
Lakukan proses panen hanya dengan pisau tajam. Caranya, kita potong bagian pangkal batang, setelah itu langsung diletakkan ke dalam keranjang. Kita juga enggak boleh membersihkan jamur di dalam ruangan pengembangbiakan.
Untuk pengemasan, masukkan jamur tiram tersebut ke dalam plastik transparan. Jangan terlalu banyak udara yang dibuat pada plastik karena bisa menimbulkan gas di dalam plastitk. Pastikan pintu kumbung tertutup rapat dan jangan biarkan cahaya masuk agar tempat jamur tumbuh tidak terganggu.
Bagi Anda yang berencana menekuni bisnis lain yang menguntungkan seperti bisnis properti misalnya, kini ada inovasi terbaru yang memungkinkan Anda menjadi agen properti sukses dengan cara yang mudah dan efisien. Bernas Group melalui Viral Property menyelenggarakan program Gotong Royong Digital yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan komisi dari properti di seluruh Indonesia tanpa harus repot terjun langsung ke lapangan. Daftarkan diri Anda segera melalui link berikut ini: https://bernas.info/ViralProperty. (tds)
