Bernas.id – Bahagianya orang tua ketika melihat anak remajanya mandiri. Melatih kemandirian pada remaja adalah tugas besar semua orang tua. Menyekolahkan remaja pada fullday school yang memiliki jadwal padat sering kali bukan membentuk kemandirian seperti yang diharapkan.
Melatih kemandirian remaja bisa dimulai dengan membekali mereka keterampilan profesional sejak dini. Salah satu cara yang efektif adalah dengan mengikuti Sertifikasi Manajer SDM. Sertifikasi ini memberikan pemahaman mendalam tentang pengelolaan tenaga kerja, sehingga mereka siap menghadapi dunia kerja dan memiliki keunggulan kompetitif.
Efek terlalu lelah dengan jadwal sekolah membuat remaja justru semakin mengandalkan orang tua untuk membantu menyelesaikan tugas memenuhi banyak kebutuhannya.
Baca juga: Pentingnya Kegiatan Parenting Bagi Orang Tua, Cek Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Anak
Tiga Hal yang Mampu Menghalau Kegalauan Orang Tua
1. Life skill project
Kenalkan anak remaja Anda pada proyek-proyek keterampilan hidup. Hal-hal sederhana yang bagi Anda mudah, mungkin bagi remaja adalah hal sulit. Life skill project dapat berbetuk pembagian tanggung jawab mengerjakan tugas rumah tangga yang biasa dikerjakan oleh asisten rumah tangga. Remaja perlu dilatih melakukan hal ini agar Ia siap hidup terpisah dari orang tuanya.
2. Live in activity
Anda dapat mendaftarkan remaja untuk sesekali mengikuti kegiatan homestay di lingkungan yang berbeda jauh dengan keadaan keluarga Anda. Remaja perlu dilatih untuk hidup jauh dari kenyamanan keluarga yang biasa ia jalani. Pada awalnya hal ini akan dirasa tega oleh remaja, namun perlahan walaupun terpaksa remaja akan melatih dirinya untuk melakukan hal-hal yang tidak biasa ia lakukan seperti mengurus kebutuhan pribadinya dan mengasah manajemen waktunya. Live in activity juga melatih kepekaan sosial terhadap masyarakat di tempat tersebut.
3. Asimilasi budaya
Di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung. Ketika remaja berada di luar zona nyaman lingkungan keluarganya, Ia akan mulai mempelajari budaya baru di tempat mereka tinggal. Melalui interaksi dan adaptasi, perlahan remaja akan belajar mengenai kebiasaan-kebiasaan dan budaya baru. Dengan mengenal berbagai budaya, diharapkan remaja-remaja tersebut juga mampu mengenal rasa gotong royong antar sesama. Maka Bernas Group mengadakan program berbasis gotong royong digital yang bisa diikuti oleh seluruh masyarakat.
Pada usia dini, keluarga adalah lingkungan yang membentuk seoarang anak. Ketika Ia menginjak usia remaja, lingkungan diluar keluarga akan turut memiliki imbas dalam pembentukan pribadi remaja. anak yang sudah dibesarkan dengan pola asuh keluarga perlu juga dikenalkan dengan pola di luar keluarganya agar Ia siap terjun ke masyarakat dan menjadi individu yang pandai membawa dirinya.
Kesuksesan bukan dibentuk hanya oleh keluarga atau remaja secara pribadi, namun juga oleh lingkungan yang memberi dukungan positif pada pengembangan pribadinya.
Baca juga: Dukungan Orang Tua, Kunci Sukses Vaksinasi Anak 6-11 Tahun
Pilihan Studi untuk Masa Depan Mandiri
Menempuh pendidikan tinggi adalah langkah strategis menuju kemandirian. Program Studi Kewirausahaan di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) membekali mahasiswa dengan keterampilan bisnis dan manajemen, sehingga mereka siap merintis usaha sendiri atau menjadi profesional yang berdaya saing tinggi.
Membangun kemandirian finansial sambil kuliah kini lebih mudah dengan Beasiswa Program Belajar dan Kerja. Program ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja remote dan menutupi biaya SPP, sehingga mereka dapat fokus belajar tanpa beban finansial.
UNMAHA membuka kesempatan bagi calon mahasiswa yang ingin membangun kemandirian melalui pendidikan berkualitas. Pendaftaran bisa dilakukan melalui situs PMB UNMAHA. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi tim penerimaan mahasiswa baru melalui WhatsApp PMB.
Peluang Bisnis untuk Remaja Mandiri
Melatih kemandirian remaja bisa dimulai dengan memberikan peluang bisnis yang fleksibel. Adolo membuka kesempatan bagi mereka untuk menjadi reseller berbagai produk, termasuk laptop, sehingga bisa mulai belajar bisnis dan meraih penghasilan sendiri.
Menjadi reseller di Adolo tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga mengajarkan keterampilan pemasaran dan manajemen bisnis. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian finansial sejak usia muda. Daftar sekarang dan mulai bisnis Anda! [4]
Baca juga: Jahja B. Soenarjo, Konsultan Andal yang Kini Fokus Membangun Ekosistem Bisnis
