Bernas.id ? Ketika memutuskan untuk menjadi pengusaha, selain mau mendapatkan keuntungan yang besar, tentu saja harus mau menerima risikonya. Salah satu risiko yang mungkin saja terjadi adalah bangkrut. Tidak ada pengusaha yang menginginkan usahanya mengalami kebangkrutan. Namun, siapa pun tidak mampu menepisnya. Sudah menjadi hukum alam jika ada untung pasti ada rugi. Begitu pula sebuah usaha.
Dahlan Iskan, seorang pengusaha yang pernah menjabat sebagai Menteri BUMN mengatakan bahwa kebangkrutan itu perlu, mengapa? Seperti titik balik, kebangkrutan adalah pemacu semangat yang paling ampuh untuk menempa seseorang lebih kuat. Ketika seorang pengusaha mengalami kebangkrutan pilihannya ada dua, menyerah dan membuang semua harapan untuk menjadi sukses, atau bangkit dari keterpurukan dan berusaha meraih kesuksesan kembali yang mungkin lebih besar dari sebelumnya. Tidak semua pengusaha bisa bangkit lantas membiarkan cita-cita serta harapannya begitu saja. Hal ini mungkin disebabkan motivasi yang kurang kuat pada dirinya.
Berikut yang bisa dilakukan oleh pengusaha ketika usahanya mengalami kebangkrutan:
Tata Ulang Mental Diri
Bisa juga dikatakan lapang dada dalam hal menerima keadaan. Yang terjadi biarlah terjadi, tak perlu disesali. Jika seorang pengusaha terus meratapi nasibnya dari kebangkrutan tersebut, maka selamanya tidak akan pernah maju. Tetaplah semangat untuk bangkit dan berusaha kembali. Satu lagi poin penting, selalu tanamkan positif thinking dalam pikiran kita, agar tidak ada lagi penyesalan-penyelasan yang bisa mematahkan semangat dalam diri.
Identifikasi Masalah
Setiap kejadian pasti ada penyebabnya, termasuk kebangkrutan. Tugas seorang pengusaha adalah menganalis masalah yang menyebabkan usahanya bangkrut. Masalah yang sering terjadi dalam dunia bisnis adalah modal, produksi, serta pemasaran. Jika terkendala modal, maka pengusaha harus mencari celah untuk mendapatkan modal. Hutang boleh, jika tidak ada jalan lain. Namun, hal yang perlu diperhatikan ketika berhutang adalah segera jalankan usaha agar modal tidak menggenang begitu saja. Selain modal, pemasaran menjadi hal yang sering menjadi masalah dalam bisnis. Jika strategi pemasaran tidak tepat, kebangkrutan mungkin saja terjadi. Oleh karena itu kita harus mengganti strategi pemasaran yang lebih tepat.
Mampu Melihat Peluang
Jika telah menganalisa masalah dan memperbaikinya, tetapi masalah kembali terjadi, itu artinya bisnis tidak bisa diperbaiki. Hal yang bisa dilakukan adalah melihat peluang usaha lain atau bisa juga dengan memodifikasi usaha yang pernah dijalankan. Tentunya inovasi sangat diperlukan. Menciptakan ide-ide bisnis yang baru adalah hal yang perlu dilakukan. Banting setir boleh saja, asalkan tidak gulung tikar.
Tetap Optimis dan Berpikir Positif
Sekali lagi bangkrut bukanlah hal buruk dalam bisnis. Melainkan hal sangat wajar. Oleh sebab itu segeralah bangkit dan bangun kembali bisnismu dan capailah kesuksesan. Perbanyak pengetahuan mengenai bisnis dan pengusaha untuk mengurangi risiko kebangkrutan. Salah satu pengetahuan yang harus dikuasi oleh seorang pengusaha adalah digital marketing untuk mengembangkan bisnis yang hendak dirintis.
