Bernas.id – Stres adalah cara tubuh melindungi diri dari bahaya sehingga membuat kita tetap fokus, aktif, dan selalu waspada. Walaupun demikian, respon perlindungan diri ini tidak mudah untuk dikendalikan oleh otak dan bisa menyebabkan tekanan bagi mental Anda dalam jangka yang panjang. Stres berat tidak hanya diketahui sebagai penyebab berbagai penyakit, namun juga memengaruhi bagaimana seseorang berpikir dan berperilaku.
Stres berat dapat memicu ketidakseimbangan dalam otak. Saat otak mengalami stres berat menyebabkan penurunan kemampuan memproses informasi sehingga komunikasi antar sel otak menjadi terganggu dan tidak efektif. Di sisi lain, otak saat sedang stress juga merespon ketakutan lebih cepat dari biasanya dan menyebabkan mekanisme pada otak untuk menenangkan diri menjadi terganggu.
Pada masa ini, keadaan stres berat yang disebabkan oleh masalah sosial ataupun pekerjaan dianggap lumrah. Meski tidak selalu berdampak langsung terhadap kesehatan fisik, tetapi membiarkan pikiran dan tubuh mengalami stress berpotensi menimbulkan masalah mental serius yang seringnya tidak disadari. Stres berat berdampak pada kesehatan mental dan ditunjukkan dalam gejala yang berbeda, di antaranya:
- Perubahan emosi
- Merasa tidak bahagia
- Cemas dan agitasi
- Murung dan mudah marah
- Merasa sangat terbebani
- Merasa kesepian namun cenderung mengisolasi diri sendiri
- Perubahan fungsi kognitif
- Daya ingat lemah
- Sulit konsentrasi
- Sulit berkomunikasi
- Sulit mengambil keputusan
- Selalu negative thinking
- Selalu merasa cemas dan memikirkan kecemasan tersebut
- Perubahan perilaku
- Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit
- Tidur terlalu lama atau terlalu sebentar
- Menghindari berinteraksi dengan orang lain
- Meninggalkan atau menunda pekerjaan
- Merokok dan mengonsumsi alkohol sebagai cara relaksasi
- Terlihat gugup
- Sering berbohong dan mencari-cari alasan
- Terlalu defensif dan curiga-an terhadap orang lain
- Keinginan impulsif untuk berbelanja, berjudi, seks bebas, dsb.
- Hal yang paling berbahaya dari stres berat adalah saat kita sudah sangat terbiasa berhadapan dengan stres. Ini menyebabkan kondisi emosi, pikiran dan perilaku kita berubah tanpa kita sadari. Mengenali stres berdasarkan gejala awalnya sangat penting agar kita dapat mengatasinya sedini mungkin.
Berikut adalah gangguan jiwa yang dapat dipicu oleh stres berat;
Depresi
Depresi adalah kondisi perubahan mood buruk yang terjadi berkelanjutan dalam jangka waktu panjang, beda dengan rasa bersedih atau berduka yang terjadi biasa sesekali dan bisa hilang seiring waktu. Depresi membuat penderitanya sulit untuk interaksi sosial, dan cenderung membuatnya berpikir untuk mengakhiri hidup.
Gangguan bipolar
Gangguan bipolar ditandai dengan siklus perubahan mood dari fase mania (amat sangat bahagia) dan depresi (amat sangat sedih) yang kerap berganti-ganti dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Perubahan tersebut dapat diperburuk jika penderita mengalami stres berat yang semakin lama atau makin parah.
Gangguan kecemasan
Gangguan kecemasan dapat dilihat gejala cemas berlebihan seperti ketakutan, tidak bisa diam, bahkan berkeringat deras. Gangguan kecemasan serius juga dapat menyebabkan seseorang mengalami ketakutan yang tidak beralasan untuk melakukan berbagai hal. Tanpa penanganan yang baik, stres berat yang Anda alami dapat berubah menjadi depresi dan dan memicu gejala trauma.
Tekanan yang ada dalam keseharian setiap manusia memungkinkan ia mengalami gangguan-gangguan kejiwaan ringan. Dengan bergabung dalam kegiatan dan komunitas yang tepat, maka Anda akan mampu menghindari tekanan tersebut. Bernas.di memiliki program pendidikan yang dapat membantu Anda mengembangkan diri tanpa menjadi tertekan.
