JAKARTA – Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA) bekerja sama dengan Alibaba.com dan ATT Group pada hari Kamis (18/6/2020) telah menggelar seminar KAGAMA Inkubasi Bisnis XI, secara daring dengan tema Expanding Your Market Globally Through E-Commerce. Sebanyak 160 peserta yang merupakan pelaku UKM siap ekspor dari seluruh Indonesia mengikuti dengan semangat acara yang digelar secara rutin oleh Kagama ini.
Hadir untuk membuka acara Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo; Ketua II, Bambang E. Marsono, Wasekjen PP KAGAMA, Hasannudin M. Kholil, Kordep Peningkatan Kompetensi Alumni, Aji Erlangga, serta Ketua Umum ABDSI, Cahyadi Joko Sukmono. Adapun narasumber yang diundang adalah Felix Yang, Country Director Alibaba.com untuk Indonesia, Singapore, Bangladesh, Rusia, & Korea Selatan; Anton Mart Irianto, Direktur Operasi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Siswadhi Pranoto, CEO ATT Group. Bertindak sebagai moderator, Amalia Prabowo, Direktur Utama Global Talent Incubator (anak perusahaan ATT Group),
Dalam sambutannya ketika membuka acara, Ketua Umum PP Kagama Ganjar Pranowo yang sekaligus Gubernur Jawa Tengah ini menyampaikan bahwa salah satu problem utama UKM adalah pemasaran (marketing). Padahal, Gubernur Jawa Tengah itu menilai beberapa produk UKM sebenarnya sudah cukup bagus. Hanya saja para pelaku UKM banyak yang tidak mengetahui bagaimana cara menjual produknya. ?Dalam kondisi seperti sekarang ini para UKM hanya mengandalkan medsos untuk menjual,? Imbuh Ganjar.
Untuk itu alumnus Fakultas Hukum UGM ini menyambut baik seminar Kagama Inkubasi Bisnis ini sebagai upaya untuk mencari terobosan memajukan UKM khususnya dalam hal pemasaran produk ke pasar global. Ganjar berharap setelah seminar ada tindak lanjut misalnya dengan membangun kerja sama antara Kagama, pemda, PPI, ATT Group, dan lainnya.
Sementara itu, Bambang E. Marsono menyebut UMKM selalu lebih tahan banting dibanding perusahaan-perusahaan besar. Hal itu dilihatnya dari setiap terjadi krisis, maupun pasca krisis, ekonomi di Indonesia. ?Kita perlu membantu para UMKM untuk meningkatkan pangsa pasar, terutama pasar ekspor,? ucap Bambang.
?Di era digitalisasi seperti sekarang ini, e-commerce adalah sebuah keniscayaan, dan Alibaba.com adalah ahlinya,? tambah Direktur Utama PT Brantas Abipraya ini.
Kemudian dalam sesi pemaparan, Felix Yang mengatakan bahwa peta pembeli global saat ini bergeser ke usia 18-34 tahun. Hal ini menurutnya merupakan tantangan bagi UKM Indonesia untuk dapat mengambil peluang tersebut. ?Nilai transaksi B2C (Business to Consumer) e-commerce dipersepsi lebih besar, padahal yang terjadi saat ini B2B (Busines to Business) enam kali lebih besar,? ujarnya.
Felix menambahkan, pergeseran tren tersebut ditandai dengan permintaan buyer global B2B yang meningkat 65 persen dalam tiga tahun terakhir.
?Persentase buyer B2B online mencapai 90 persen, tetapi persentase UKM B2B yang go online baru 29 persen,? tutur Felix
?Ini gap yang cukup besar dan menjadi peluang besar untuk UKM mulai berjualan online,? bebernya.
Selanjutnya, Anton Mart Irianto, menyampaikan bahwa PT PPI siap untuk membantu daya saing, menciptakan nilai tambah produk, dan peningkatan akses permodalan UKM.
Pada sesi penutup, Siswadhi Pranoto, menjelaskan mengenai ekosistem Export Hub ATT Group sebagai kunci keberhasilan akselerasi ekspor UKM Indonesia,
?Kami sebagai mitra dari Alibaba.com lebih fokus bagaimana membuka pasar UKM Indonesia ke luar negeri melalui edukasi dan inkubasi agar transaksi terjadi,? jelasnya. [dje]
