Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Relawan Gelar Aksi Dukung MBG, Awasi Praktik Korupsi

    June 19, 2026

    Kapolda DIY Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk 306 Mahasiswa Terdampak Banjir Bandang Sumatera

    June 19, 2026

    Sarasehan Penghayat Kepercayaan Tumbuhkan Kesadaran dan Kepercayaan Diri untuk Berkembang

    June 19, 2026

    Bupati Harda Kiswaya Dukung Pemanfaatan Teknologi RO untuk Ketahanan Air Bersih Warga Gemawang

    June 19, 2026

    Mahasiswa UGM Turun ke Togean, Fokus Atasi Tantangan Pembangunan Berkelanjutan

    June 19, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan, Perumda Pasar Jaya Gelar Bazar UMKM dan Kuliner

      June 19, 2026

      Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

      June 15, 2026

      Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

      June 13, 2026

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Beragam»Dialog Cucu dan Kakek tentang Potensi Genius Teman-teman di Desa
    Beragam

    Dialog Cucu dan Kakek tentang Potensi Genius Teman-teman di Desa

    Cahyadi Joko SukmonoBy Cahyadi Joko SukmonoJuly 9, 2020Updated:September 26, 2024No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Oleh:  Prof. Sudjarwadi

    Cucu Aleita sedang mendengarkan Nenek Yatica yang menceritakan bacaan resep-resep masakan yang menurut Nenek merupakan pilihan lauk lezat, sekaligus membuat sehat. Kakek duduk di sebelahnya, hanya ikut mendengarkan sembari membaca sebuah buku. Setelah Cucu selesai mendengarkan Nenek, ia pulang, sementara Kakek dan Nenek melakukan kegiatan sesuai hobi masing-masing.

    Kakek menuju ke ruang kerja, berdialog imajiner tentang membangun desa. Pendekatan membangun desa diantaranya melalui pendidikan yang melahirkan pengusaha-pengusaha di  desa. Kakek Situtena teringat beberapa pembicaraan dengan tiga orang sahabatnya yang dipanggil dengan nama Om Susece, Mas Pijaen dan Mas Autaba.

    Om Susece pernah menceritakan bahwa banyak kenalannya yang telah membangun desa dengan karya nyata yang sukses. Jumlah yang sukses mungkin ada ratusan. Bila setiap tahun dapat bertambah 1.000 orang pengusaha sukses di desa, dalam empat puluh tahun ada 40.000 pengusaha sukses di desa-desa di Indonesia. Beberapa kawan memberi kabar bahwa membangun desa sukses memiliki banyak rintangan dan kendala, diantaranya adalah mental proyek. Menurut beberapa teman, mental proyek tersebut tidak akan melahirkan desa yang cerdas secara realitas, tetapi hanya melahirkan desa yang cerdas dalam laporan proyek. Kabar tersebut menjadi latar belakang renungan kakek Situtena.

    Susece berpendapat bahwa pengusaha desa perlu mempunyai wawasan dan pengetahuan tentang pengembangan desa, agar dengan modal pengetahuan tersebut, pengusaha dapat menempatkan diri pada posisi terbaik di desanya. Setiap desa memiliki keterbatasan sesuai situasi dan kondisi masing-masing.

    Kata-kata kunci Susece diantaranya adalah tekanan perkembangan kota terhadap desa dalam banyak aspek yang menimbulkan banyak hambatan pembangunan desa. Pokok pikiran untuk solusi yang dituju adalah peningkatan kemampuan mengubah ancaman-ancaman menjadi peluang. Dalam urusan tersebut, diperlukan kemampuan entrepreneur di desa. Entrepreneur desa perlu memiliki ?tokoh?. Tokoh tersebut harus memahami strategi berwirausaha sesuai kondisi setempat berdasarkan keadaan yang ada. Sebenarnya, telah ada tokoh-tokoh setempat yang memiliki adat bernilai positif dan bagus, tetapi beberapa mulai luntur. Telah terjadi transformasi kegiatan eonomi di desa dengan ciri masing-masing, tergantung ?nasib? suatu desa.

    Kakek Situtena teringat sahabat mudanya yang bernama Mas Pijaen yang suka berpikir bahwa desa dapat berfungsi sebagai laboratorium penelitian. Penelitian di laboratorium tersebut dapat menemukan potensi desa terkait sistem ekonomi dan berbagai karakteristik simpul-simpul dalam suatu sistem jejaring kehidupan desa. Simpul-simpul bagaikan elemen-elemen dalam sebuah sistem unik setempat dan memiliki identitas desa. Keterhubungan semua simpul dengan simpul-simpul kegiatan ekonomi dapat menjadi satu latar belakang tujuan spesifik. Pijaen selalu berpikir bahwa solusi utama membangun desa adalah membuat sekolah ekonomi desa.

    Sahabat Situtena berikutnya bernama Autaba. Ia berpikir untuk memahami potensi desa, memahami masalah dan dapat mengidentifikasi kebutuhan. Berdasarkan hal-hal tersebut, kemudian dilakukan penyiapan para pengusaha desa dengan proses edukasi konsep, strategi tindakan, dan pelatihan-pelatihan khusus. Autaba memilih bekal utama edukasi dari pemikiran Kiyosaki, penulis buku Amerika dari Jepang.

    Kakek Situtena berdialog imajiner dengan Warren Buffet, seorang pebisnis yang sangat berkesan di hatinya.

     ?Ada tiga hal ditambah dua hal lainnya, jadi secara utuh ada lima,? jawab Warren Buffet.

     ?Kamu bercerita bahwa sering berdialog dengan generasi Z, cucumu, Aleita. Saya sampaikan tiga hal dulu ya, untuk dibicarakan dengan Cucu. Tiga hal tersebut, yaitu: a) integritas pengusaha desa, b) kebangkitan kegeniusan pengusaha desa, dan c) energi pengusaha desa,? jawab Warren.

    ###

    Beberapa hari kemudian, Cucu Aleita datang ke ruang kerja kakeknya pagi-pagi sekali. Aleita datang sambil langsung mengajukan pertanyaan.

    ?Ada berita menarik apa Kek hari ini?? tanya si Cucu.

    ?Kakek akan pergi ke halaman dua jam, kamu baca sendiri dulu catatan saya, kakek akan menyiram beberapa tanaman dan merawatnya. Nanti, saya kembali ke ruang kerja.? Jawab kakeknya.

    Ketika kakek menyiram tanaman, Lei membaca catatan kakek sambil melihat-lihat buku yang ada di meja kakek. Setelah sekitar dua jam, kakeknya masuk ruang kerja dan menyapa.

    ?Gimana Lei, adakah yang menarik untuk ditanyakan?? sapa kakeknya.

    ?Ada. Tentang kata-kata dalam catatan kakek, yaitu integritas, kegeniusan, dan energi yang menurut kakek merupakan pendapat Warren Buffet,? tanya cucunya.

    ?Oh iya, tadi saya baca-baca tulisan di beberapa naskah seminar yang kakek pernah ikuti dan saya juga sudah mengecek di Google tentang kata genius. Tulisannya mirip-mirip, di ataranya ada dua dalam bahasa Inggris, yaitu: 1) ?Everyone is born a genius, but the process of life de-geniuses them.? –R. Buckminster Fuller dan 2) ?EVERYBODY is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, It will live its whole life believing that it is stupid.? –Albert Einstein. Sangat menarik, Kek. Saya ingin penjelasan Kakek tentang kegeniusan orang,? tambah cucunya.

    Kakeknya menjelaskan bahwa sebenarnya memang tidak ada definisi pasti tentang kata genius yang diterima oleh semua orang.  Pemahaman dan persepsi tentang kata genius berbeda-beda walaupun ada persepsi yang tidak mendalam dan umum sebagai gambaran imajinasi banyak orang. Secara umum, orang menangkap sebuah gambaran penampilan orang genius, yaitu orang kreatif dan memiliki capaian-capaian unik dan spesifik yang tidak dicapai oleh orang-orang pada umumnya.

    Menurut pendapat R. Buckminster Fuller, setiap orang itu terlahir genius. Namun kegeniusan tidak tumbuh subur karena proses hidupnya merupakan medium yang tidak menumbuhsuburkan kegeniusan tersebut. Pendapat Pak Albert Einstein pun sejenis. Ia mengatakan bahwa seseorang itu genius pada bakatnya masing-masing dan perlu ditugasi mengembangkannya. Misalnya seekor ikan tentu sangat pandai berenang, tetapi ikan akan bodoh selamanya dalam memanjat pohon.

    ?Berarti Lei, kegeniusan akan tumbuh bila mengembangkan diri dengan proses hidup yang cocok dan memilih kegiatan-kegiatan belajar sepanjang hayat sesuai bakatmu,? kata Kakek kepada Cucu.

    ?Waah, wah, wah. Berarti, kepala desa, orang desa, semuanya dapat dilatih mengeluarkan kegeniusannya memajukan desa ya, Kek,? jawab Cucu.

    ?Betul, dan itu kita bicarakan pada pertemuan berikutnya ya,? hari sudah siang, sampai bertemu lain kali.

    Demikianlah pagi hari itu. Lei pulang ke rumahnya dengan gembira  karena mendapat inspirasi bahwa teman-teman di desa dan dirinya sebenarnya bisa belajar baik dan menempuh proses hidup yang baik agar kegeniusan tumbuh dan berkembang bagus.

     

    Sintesa
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Cahyadi Joko Sukmono

    Related Posts

    Mavenir berkolaborasi dengan Red Hat untuk meluncurkan Platform AI Terintegrasi yang mengubah operator menjadi penyedia layanan AI

    June 18, 2026

    Para Pemimpin di Sektor Kesehatan Indonesia Berkumpul dalam Forum Eksekutif Eksklusif tentang AI, Keamanan Siber, dan Masa Depan Komunikasi Layanan Kesehatan yang Aman

    June 17, 2026

    Marcel Rohner bergabung dengan dewan direksi Titanbay

    June 17, 2026

    CEO iHerb Dinobatkan sebagai Pemenang EY US Entrepreneur Of The Year® 2026 Pacific Southwest Award

    June 15, 2026

    Kemendagri Rilis Kategori Desa Kelurahan Berkembang 2026

    June 15, 2026

    EAACI Menyerukan Masa Depan “Vision Zero” yang Bebas dari Beban Alergi dan Asma

    June 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Mavenir berkolaborasi dengan Red Hat untuk meluncurkan Platform AI Terintegrasi yang mengubah operator menjadi penyedia layanan AI

    June 18, 2026

    Para Pemimpin di Sektor Kesehatan Indonesia Berkumpul dalam Forum Eksekutif Eksklusif tentang AI, Keamanan Siber, dan Masa Depan Komunikasi Layanan Kesehatan yang Aman

    June 17, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    Massa dari Berbagai Daerah Turun ke Jakarta, Dukung Kebijakan Kerakyatan Prabowo

    June 19, 2026

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Relawan Gelar Aksi Dukung MBG, Awasi Praktik Korupsi

    June 19, 2026

    Kapolda DIY Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk 306 Mahasiswa Terdampak Banjir Bandang Sumatera

    June 19, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.