Bernas.id – Dampak pandemi Covid-19 yang merugikan dunia pariwisata, tidak membuat para penggiat outbound atau experiential learning berhenti dan berpangku tangan. Diawali terselenggaranya Musyawarah Daerah 2020 oleh DPD Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) DIY dengan agenda Pertanggungjawaban Pengurus periode 2017-2020, merancang garis-garis besar rencana kerja serta memilih Ketua Baru periode 2020-2023.
Agus Supriyo, sebagai Ketua DPD AELI terpilih, memastikan bahwa program AELI selaras dengan visi AELI menjadi wadah dan/atau mitra yang berkualitas bagi seluruh pengguna metode pembelajaran berbasis pengalaman di Indonesia serta bertangungjawab terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Selain menyusun dan melantik pengurus baru, Agus menegaskan akan menjalankan program AELI SIAP, sebuah perangkat protokol kesiapan anggota AELI berkegiatan di era adaptasi baru.
?AELI DIY saat ini mewadahi sekitar 20 lembaga dan 183 perorangan, baik pemilik venue maupun penyedia layanan outbound, dan kami sudah mewajibkan seluruh anggota menerapkan protokol kesehatan yang jelas dalam setiap kegiatan,” kata Agus.
Mengantisipasi perubahan, AELI saat ini mengembangkan dan siap untuk memfasilitasi klien yang menghendaki training dengan blended program (offline–online). Jika klien menghendaki program offline, maka ada asesmen mandiri sebelum kegiatan. Kemudian, di hari pelaksanaan ada prosedur kesehatan yang harus dilalui seperti cek suhu tubuh saat masuk lokasi kegiatan, wajib pakai masker, pengaturan jarak minimal satu meter, meminimalkan kontak fisik, akomodasi makanan dengan alat makan yang sama tidak bergantian, mic speaker pakai pelindung dan fasilitator/trainer memakai pelindung wajah.
Selain itu, AELI juga bergerak memajukan pariwisata bersama GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) sekaligus menjajaki kerjasama dengan asosiasi lain, salah satunya adalah ABDSI dan Bernas sebagai media partner. Harapan Agus di masa kepengurusan baru ini, mengingat AELI adalah satu satunya asosiasi yang berbasis metode. Tidak semata mata profesi. Sehingga, AELI diharapkan bisa progresif mengantisipasi perubahan zaman yang demikian cepat dan menjadi terdepan dalam setiap adaptasi baru.
?Harapan kami ke depan, sudah saatnya mengenalkan secara luas metode pembelajaran experiential learning ke masyarakat mengingat tujuan utamanya adalah meningkatnya kapasitas sumber daya manusia di Indonesia. Dan diharapkan pula, program-program yang dilaksanakan AELI bisa memberi nilai tambah dalam menggenjot sektor pariwisata dan pendidikan di tanah air,? ujar Agus.
Agus berharap pengurus dan anggota bisa berkolaborasi dengan baik. Ibarat sebuah kapal, maka pengurus dan anggota berada di kapal yang sama, sehingga kerjasama antara pengurus dan anggota akan mengantarkan seluruh penumpang selamat sampai tujuan.
-1024x578.jpg)