YOGYAKARTA, BERNAS.ID – UPBJJ-UT Yogyakarta kembali menyelenggarakan Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) secara daring bagi lulusan periode pertama kepada 753 lulusan, berdasarkan SK Rektor No 2144/UN31/HK.02/2020 tanggal 26 Maret 2020 dan No 2611/UN31/HK.02/2020 tanggal 17 April 2020 tentang Pengukuhan Lulusan Program Sarjana (S1) dan Diploma III (D-III) Universitas Terbuka Tahun Akademik 2019/2020, Selasa (27/10/2020) pada kegiatan yang dipusatkan di Hotel Melia Purosani Yogyakarta tersebut.
Jumlah lulusan itu terdiri dari berbagai jenjang dan program studi yang meliputi program Diploma sejumlah 3 lulusan dan S1 sejumlah 750 lulusan, masing-masing FST 4 wisudawan, FHISIP 73 wisudawan, FEKON 38 wisudawan, FKIP 638 wisudawan, yang didominasi dari PGSD dan PGPAUD.
Dihadapan para wisudawan dan sivitas akademika Universitas Terbuka dari rumah, Direktur UT Yogyakarta Anto Hidayat, S.IP, M.Si menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat Yogyakarta semakin tinggi, terbukti dengan jumlah mahasiswa baru tahun 2020 sejumlah 2552 mahasiswa.
“Sedangkan total mahasiswa UT Yogyakarta yang aktif 9520 mahasiswa. Hal ini menjadi tantangan untuk memberikan layanan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Selain itu dia juga menyampaikan bahwa mayoritas mahasiswa UT berusia dibawah 30 tahun. 21,55 persen, usia mahasiswa sekitar 25-29 tahun, 36,99 persen mahasiswa dibawah usia 25 tahun. “Hal ini menunjukkan UT sebagai pilihan generasi milinial,” tambahnya.
Di usia 36 tahun ini lanjut Anto Hidayat, UT mengambil tema Dies Natalis UT terdepan dalam inovasi Pendidikan Jarak Jauh. Hal tersebut didukung tiga hal yaitu kewibawaan akademik, peningkatan angka partisipasi kasar, dan peningkatan tata kelola. “Selain itu UT juga mempunyai program pasca sarjana baik S2 maupun S3, semoga lulusan saat ini mampu melanjutkan program belajar yang lebih tinggi,” tandasnya.
Sementara itu Rektor UT dalam sambutannya melalui video yang dibacakan oleh Wakil Rektor bidang Keuangan dan Umum Drs. Muzamil, MM mengatakan bahwa Covid-19 mengubah dalam bekerja dan belajar. Hal ini menjadi menarik untuk meluruskan pandangan PJJ di era covid-19.
“Untuk meningkatkan kapasitas dalam PJJ perlu merancang pesan sedemikian rupa yang menarik sehingga tidak membosankan dalam PJJ,” katanya.
Dalam sambutan daringnya Bupati Magelang Zainal Arifin, S.IP memberikan ucapan selamat kepada wisudawan dan berharap semoga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan selain itu dia juga berpesan bahwa wisuda bukan tujuan akhir tetapi justru kesempatan meningkatkan kapasitas dan kompetisi diri untuk kader pembangunan.
Pada UPI kali ini, Mahasiswa dengan predikat IPK tetinggi diraih oleh Tuti Winarni dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi PGSD dengan IPK 3,95 sedangakn untuk non pendidikan dasar diraih oleh Vinti Wahyuningrum dari Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Politik prodi Ilmu Adminitrasi Negara dengan IPK 3,65.
Sebagai kegiatan pendahuluan sehari sebelum kegiatan UPI dilaksanakan seminar akademik dengan tema ?Adaptasi Pembelajaran Jarak Jauh dalam Upaya Memenuhi Kebutuhan Anak Bersekolah di Masa Pandemi? melalui zoom dan Youtube, dengan pembicara kunci Drs. Heroe Poerwadi, MA. Wakil Walikota Yogyakarta yang sekaligus Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta.
“Belajar tidak mengenal waktu, selain itu orang yang akan berkembang harus mampu beradaptasi apalagi dalam kemajuan teknologi dimasa pandemic seperti ini, serta mensinergikan kemampuan untuk meraih hasil yang maksimal,” kata Heroe Poerwadi.
Senada dengan Wakil Walikota Yogyakarta, Ketua Senat Universitas Terbuka Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si pada kesempatan yang sama mengatakan, bahwa Guru harus mempunyai inovasi dan kreatif untuk berkolaborasi dengan orangtua dalam mendidik anak. Selain itu dia berpesan bahwa orangtua harus selalu mendampingi anak dalam pembelajaran online.
Seminar akademik ini merupakan bagian dari kegiatan UPI dan merupakan puncak dari proses pembelajaran yang selama ini mereka tempuh di Universitas Terbuka. Dengan demikian para lulusan sangat antusias untuk mengikuti acara baik seminar maupun UPI. (cdr)
