Bernas.id – Baru-baru ini, tagar #SorryJungIn menjadi perbincangan hangat netizen Indonesia. Jung In merupakan balita berusia 16 bulan asal Korea Selatan yang meninggal karena kekerasan oleh orang tua angkatnya. Jung In diadopsi oleh ibu tirinya ketika berusia tujuh bulan dan mengalami penganiayaan setelah sebulan diadopsi. Jung In mengalami kekerasan berbulan-bulan sebelum dinyatakan meninggal pada bulan Oktober 2020. Sebelum ditemukannya bukti dan dilakukan investigasi, kedua orang tua angkat Jung In menyangkal bahwa adanya kekerasan kepada balita tersebut. Mereka menyatakan bahwa Jung In sakit karena jatuh dari sofa saat bermain.
Setelah dilakukan autopsi, akhirnya dokter memastikan bahwa Jung In mengalami kekerasan fisik dan mental, ada kerusakan organ dalam Jung In termasuk pankreas dan usus juga mengalami kerusakan. Ketika dilarikan orang tuanya ke UGD, Jung In mengalami serangan jantung tiba-tiba dan mengalami pendarahan dikarenakan organnya robek. kedua tangan dan tulang selangka Jung In memar juga beberapa bagian tulang patah. Dokter mengungkap bahwa balita berusia 16 bulan tersebut mengalami syok karena kekerasan yang dialami dalam jangka waktu yang lama. Kepolisian Seoul telah menangkap kedua orang tua angkat Jung In sebagai tersangka Child Abuse atau kekerasan pada anak. Polisi juga telah mengamankan bukti berupa 800 video penganiayaan terhadap Jung In.
Hal ini tentunya mengundang kemarahan Knetz. Knetz adalah sebutan untuk netizen Korea Selatan. Sebelumnya, kedua orang tua angkatnya terlihat begitu semangat mengadopsi Jung In. Kedua orang tua Jung In bersama Jung In juga tampak bahagia dikala tampil di program TV Korea Selatan.
Kasus kematian Jung In membuat netizen global merasa sedih dan prihatin. Beberapa artis papan atas korea selatan juga mengungkapkan kesedihan dengan memposting tulisan dengan tagar #SorryJungIn. Tagar tersebut merupakan bentuk belasungkawa dan pesan permintaan maaf kepada Jung In dari netizen Korea Selatan karena tidak bisa melindunginya dari kejamnya orang tua angkat Jung In. Komentar netizen Indonesia terkait kasus kematian balita Jung In juga beragam, banyak yang dibuat geram dengan tindakan kedua orang tua angkatnya yang tidak manusiawi.
?Tadi baca SG kak Sunny, serius merinding. Jahat banget orangtua angkatnya nganiaya anak sekecil itu. Salah apa? Dia masih kecil banget. Berbohong pun belum tau. Orangtua angkatnya harus dikasih hukuman seberat-beratnya. #?????? #???_??? #SorryJungIn.? Tulis akun twitter @hauminie_.
Akun Twitter @gupi_baby juga menuliskan komentarnya, ?Jeong In-ah, I wish you could rest in peace now,,, Inilah knp aku selalu bilang sm diri sendiri bahkan org lain, jd org tua itu bkn hanya perihal mengandung 9 bln 10 hari,tp perihal tanggung jawab seumur hidup. Tdk semua manusia bisa menjadi org tua, apalagi setan #???????.
Kini kematian Jung In semakin disorot media Korea Selatan bahkan luar negri. Setelah dibahas di acara program TV yang tayang 2 Januari ?Unanswered Question?, Tagar #SorryJungIn menjadi topik perbincangan hangat sampai saat ini. Bukan hanya netizen Korea Selatan yang ramai-ramai memenuhi halaman Twitter mereka dengan tagar #SorryJung In, netizen global turut meramaikan kasus tersebut dan mendoakan balita mungil yang menjadi korban kekerasan orang tua angkatnya. (eva)
