JAKARTA, BERNAS.ID?- Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono mengungkapkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan yang ingin mengembalikan kejayaan di sektor perikanan tangkap sebagai salah satu upaya untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada tahun 90-an Kota Pekalongan berjaya sebagai penghasil produk perikanan terbesar.? Pekalongan merupakan daerah yang mempunyai panjang garis pantai 6,15 kilometer dan berada pada simpul pergerakan strategis yakni jalur Pantura. Di jalur tersebut ada fasilitas strategis skala nasional yaitu Pelabuhan Perikanan Nasional Pekalongan, yang memiliki komoditas unggulan diantaranya ikan pelagis kecil seperti banyar, lemuru dan layang.?
Saat ini penyebab menurunnya produktivitas sektor perikanan tangkap di Kota Pekalongan dikarenakan adanya beberapa persoalan. Seperti pendangkalan alur atau sedimentasi di muara Kali Loji sehingga membuat kapal kesulitan masuk maupun keluar dari pelabuhan, serta adanya rob yang bisa mengganggu aktivitas perikanan.
Menteri Trenggono mengatakan salah satu kunci dalam mengurangi terjadinya banjir rob di wilayah pesisir yakni dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Saya minta Pak Wali untuk membangun kesadaran masyarakat agar tertib dalam menjaga kebersihan. Hal ini bisa menjadi salah satu upaya untuk menangani banjir rob yang selama ini sering terjadi. Kita akan melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah,” ujarnya saat bertemu dengan Walikota Pekalongan di Kantor KKP Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2021).
Lanjut Trenggono, KKP akan memberikan dukungan sepenuhnya supaya sektor perikanan di Kota Pekalongan kembali menggeliat. Seperti salah satu yang sudah diagendakan yakni pembangunan pelabuhan on shore melalui Ditjen Perikanan Tangkap (DJPT) KKP yang terintegrasi dengan penanganan banjir. Dia pun meminta DJPT KKP turun ke Pekalongan untuk memastikan rencana pembangunan pelabuhan berjalan dengan baik. Dan ingin agar pembangunan dilaksanakan secara matang sehingga nantinya keberadaan pelabuhan akan benar-benar membawa manfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Saya minta agar Pak Dirjen turun langsung ke lapangan guna memastikan apakah on shore itu dapat berjalan dengan baik, dan mengetahui benefit seperti apa ke generasi berikutnya, itu yang mesti kita pikirkan,” ungkap Trenggono.?
Sementara itu Walikota Pekalongan Afzan Arslan Djunaidi menyampaikan, aktivitas pelelangan di Kota Pekalongan telah terhenti sejak 29 Januari hingga 5 Maret 2021 disebabkan oleh banjir rob. Mengakibatkan ekonomi nelayan dan masyarakat yang selama ini beraktivitas di pelelangan juga ikut terganggu, bahkan minat untuk investasi juga terhambat.
“Akibat dari rob ini area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tergenang sehingga mengganggu aktivitas bongkar dan akses jalan. Aktivitas pendukung perikanan seperti galangan, docking, bengkel mesin dan lainnya ikut terganggu. Pada akhirnya minat investor di sektor tangkap berkurang,” terang Afzan.
Afzan menaruh harapan dengan rencana pembangunan pelabuhan on shore supaya bisa terwujud. Pihaknya siap bersinergi dengan KKP dalam hal pengkajian dan penyediaan lahan untuk lokasi pembangunan. Menurut Afzan kedepan dengan adanya keberadaan pelabuhan on shore ini akan mendorong tumbuhnya sektor perikanan tangkap. (cdr)
