Ceria, ramah dan bersuara unik, itulah Lintang Ariani. Perempuan mungil berusia 25 tahun ini, telah menciptakan dan merilis beberapa lagu. Perempuan yang biasa dipanggil Lintang ini, menggunakan platform musik online untuk merilis karya-karyanya. Ia mengaku cinta dengan musik sejak kecil.
Saat masih bayi, sang Ibu sering mengajarkan untuk bernyanyi. Namun, ia sering menolak untuk menyanyi. “Dulu Ibu sering banget bilang ayok dek nyanyi. Aku bilang gak, karena tidak mau diatur” tandasnya. Saat balita, Lintang bercerita bahwa kakak perempuannya justru lebih sering bernyanyi ketimbang dirinya. Ibunya selalu berhasil membujuk kakak ketimbang Lintang.
Terbalik dengan sang Ibu, Ayahnya justru sering memutarkan lagu-lagu dari penyanyi Lawas. Perempuan mungil ini, mulai tertarik dengan lagu dari penyanyi lawas yang diputar sang Ayah. “Ayahku sering sekali bernyanyi, yang diputar lagu-lagu Rafika Duri, Dian Pramana Poetra, Chrisye, Didi Kempot, Queen, The Beatles, dan banyak deh” cetusnya kepada tim Bernas.id.
Menurutnya lagu-lagu dari penyanyi lawas masih enak didengar. “Lagu lawas itu tidak termakan oleh zaman menurutku” cetusnya. Ia menjelaskan bahwa selama ini juga mendapatkan Inspirasi dari Sherina. “Sherina, juga sumber Inspirasiku, hingga saat ini aku masih hafal betul lagu-lagunya” tambahnya. Lintang tak pernah mengatakan bahwa lagu-lagu baru tidak bagus. Namun, menurutnya lagu lawas memiliki kesan tersendiri.
Proses Menjadi Penyanyi dan Menciptakan Lagu Sendiri
Memutuskan menjadi penyanyi, bukan perkara mudah untuk seorang Lintang. Ia membutuhkan proses yang panjang meskipun ia mengaku sejak sekolah dasar sudah iseng menciptakan lagu-lagu. “Berawal dari iseng aku menciptakan lagu di dalam mobil. Saat bernyanyi Ibu bertanya, itu lagu siapa sih dek?, ya namanya juga anak SD, mantap ku jawab itu lagu adek nanti bikin album, tenang aja” jelasnya.
Masuk bangku SMP, Lintang mulai sibuk dengan masa remaja dan melupakan sementara mimpi menjadi penyanyi. Lintang hanya merekam suara tanpa menunjukkan dan merilis karya agar didengarkan. Awal SMA, Lintang membuat instrumen untuk lirik yang diciptakan seorang teman. Ia merekam suara dan mengunggahnya di sebuah aplikasi bernama souncloud.

Tahun 2015, ia membuat lagu lalu direkam. Kendalanya saat itu adalah tidak percaya diri. Hal ini membuat karyan tersebut tersimpan rapi di rumah. Butuh dua tahun untuknya, memberanikan diri meluncurkan karya. Tahun 2017, ia resmi merilis lagu berjudul As simple as that untuk pertama kali. “Tahun 2019, aku beranikan diri lagi untuk rilis lagu yaitu Upopularkid. Tuhan maha baik, tahun 2020 diajak kitten records untuk merilis lagu matang” jelasnya.
Lintang, berhasil mewujudkan mimpinya. Perempuan bersuara unik ini, telah merilis karyanya di platform musik digital seperti spotify, Tidal, dan Itunes. Ia berhasil meyakinkan diri sendiri dan keluarga, menjadi penyanyi seperti janjinya saat kecil. “Jujur aku bangga, karena bisa meyakinkan dan menemukan lagi diriku yang hilang. Menemukan kembali kepercayaan terhadap diriku” ujarnya.
Ia, juga mengatakan bahwa akan terus mengasah kemampuan dan menyelesaikan lirik dan lagu yang sempat terhenti. “Aku tahu untuk menjadi sesuatu itu, harus upskilling dan upgrading terus. Aku akan coba untuk kembangkan apa yang sudah dimulai. Teman-teman juga harus seperti itu, mimpi bisa dimulai dari mana dan kapan saja” pesannya pada para pembaca bernas.id.
