Dari masa ke masa, dunia desain interior semakin beragam dan terus berkembang. Dipengaruhi oleh berbagai aspek, para desainer mulai mengkombinasikan berbagai gaya arsitektur yang berasal dari seluruh dunia guna menciptakan kreasi baru yang dinamis dan tidak monoton.
Salah satu desain ini mengambil gaya arsitektur yang terkenal di era Perang Dunia I, Arts Decoratif atau yang sering disebut desain interior art deco. Kini, gaya arsitektur ini banyak digunakan dalam interior mall, hotel, apartemen maupun rumah tinggal.
Gaya arsitektur Art Deco merupakan gaya arsitektur yang terpengaruh oleh berbagai macam aliran yaitu modernisme, kubisme, futurisme, Art Nouveau, serta desain-desain kuno seperti Suriah, Mesir dan Persia.
Asal Mula Desain Art Deco
Lahir pada masa Revolusi Industri di Inggris pada abad ke – 19, gaya Art Deco mencerminkan maskulinitas dengan ciri garis-garis yang tegas. Tidak hanya di Inggris, gaya Art Deco juga berkembang pesat di Paris yang terbukti dari furnitur yang dibuat oleh Emile Ruhlmann. Gaya Art Deco menjadi populer karena karena tidak hanya berpatokan pada satu aliran saja.
Oleh karena itu, para seniman dapat bebas berekspresi dengan mencampurkan berbagai aliran sehingga menciptakan hasil karya yang anggun, fungsional,ultra modern dan mewah.
Karakter Gaya Arsitektur Art Deco
Beberapa ciri khas dan karakter yang membedakan desain Art Deco dengan desain lainnya adalah sebagai berikut:
Memiliki Ziggurat
Jika anda melihat bangunan atau karya seni yang berbentuk seperti punden berundak atau tangga maka dapat disebut terpengaruh oleh desain art deco. Karena salah satu ciri khasnya adalah memiliki Ziggurat yang menyerupai tangga yang terinspirasi dari gaya arsitektur dari Babilonia dan Mesir.
Bangunan Melengkung
Ciri unik lainnya adalah adanya sisi yang melengkung pada tembok bangunan. Tidak dibuat pada semua sisi, biasanya hanya pada sisi kiri maupun sisi kanan saja. Jika terlihat dari jauh, bangunan dengan desain Art Deco terlihat unik dan futuristik.
Atap Datar
Banyak diadaptasi pada gedung pemerintahan, keunikan gaya Art Deco lainnya adalah memiliki atap yang datar. Terlihat seperti kubus, bangunan dengan atap datar terlihat kokoh serta tegas layaknya sebuah kubus raksasa.
Menggunakan Glass Block
Meskipun banyak pengamat yang menyatakan bangunan bergaya Art Deco terkesan kaku dan kurang dinamis, namun gaya ini tetap menjadi favorit di kalangan tertentu. Bahkan agar terlihat semakin unik,penggunaan glass block atau kaca dimaksimalkan pada hampir seluruh bagian gedung. Selain memberikan kesan mewah juga memiliki fungsi agar cahaya matahari masuk kedalam ruangan sehingga membantu penghematan pencahayaan.
Memiliki Unsur Abstrak
Bersifat bebas dan dipengaruhi banyak gaya arsitektur, Art Deco berani memadupadankan berbagai bentuk,ornamen, warna, dan tekstur yang tidak beraturan sehingga menjadi abstrak namun tetap menarik.
Penerapan Gaya Arsitektur Art Deco
Tak hanya dapat diterapkan pada gedung pemerintahan, fasilitas umum serta hotel gaya Arsitektur Art Deco juga bisa diterapkan pada interior dalam rumah, diantaranya :
-
Gaya arsitektur Art Deco dikenal dramatis dan penuh detail, untuk memberikan sentuhan tersebut dirumah anda maka diterapkan pada profiling di sepanjang permukaan dinding.
-
Pilihlah jenis lampu gantung yang memiliki pola yang berulang, simetris, dan dramatis. Kombinasikan pula dengan sofa dan meja berbentuk modern sehingga memberikan kesan mewah dan elegan.
-
Berani dan bebas dapat diterapkan pada dinding rumah anda, tidak ada salahnya memenuhi satu sisi dinding dengan wallpaper bergambar flamingo kemudian pada sisi lainnya dengan warna pastel. Untuk memberikan kesan dramatis, lengkapi dengan tirai berwarna mencolok namun tetap senada.
