YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pemda DIY menyebut, jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah DIY pasca larangan mudik meningkat tajam. Ini adalah kendaraan wisatawan yang akan berwisata ke sejumlah obyek wisata di DIY atau bukan pemudik. Pemda DIY lantas mengantisipasinya dengan menggencarkan tes dan tracing secara acak di beberapa obyek wisata.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DIY, jumlah kendaraan yang masuk wilayah DIY pada masa larangan mudik tanggal 6-17 Mei lalu rata-rata di angka 75.000 hingga 88.000 untuk jumlah harian. Sementara setelah larangan mudik meningkat rata-rata 130.000 kendaraan dalam seharinya. Sementara data total kendaraan yang masuk DIY dari tanggal 6-21 Mei di angka 2.529.002 kendaraan. Sementara yang keluar lebih sedikit, yakni 1.709.505 kendaraan.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, jika sudah tidak ada larangan mudik dari Pemerintah Pusat pihaknya sudah tidak bisa lagi melakukan pencegatan kendaraan yang masuk wilayah DIY. Menurut dia, rata-rata kendaraan yang masuk DIY saat ini adalah kendaraan wisatawan.
Pihaknya sudah melakukan antisipasi di sejumlah obyek wisata. “Yang harus kita kuatkan adalah tracing dan testing di lokasi destinasi wisata,” kata Aji, Rabu (26/5/2021).
Baca juga : Larangan Mudik Diperketat, Organda DIY Mengeluh
Di samping melakukan testing di destinasi wisata, Pemda DIY juga melakukan testing di keluarga-keluarga yang mungkin kedatangan pemudik. Hasilnya menurut Aji tidak ada peningkatan kasus positif dari sektor wisata.
“Kalau kita lihat signifikansi kenaikannya tidak seperti yang kita khawatirkan, angka kita kan tidak terlalu menonjol dibandingkan sebelumnya. Mudah mudahan itu menggambarkan sesungguhnya. Testing dan tracing dilakukan selama masa inkubasi virus pada 5-7 hari,” katanya.
Selain itu Pemda DIY juga meminta semua pengelola wisata untuk taat protokol kesehatan dengan membatasi pengunjung maksimal sampai 50% dari total kapasitas, mengingatkan pengunjung yang tidak mengenakan masker atau yang tidak menjaga jarak. Kalau ada pengelola yang terindikasi positif atau mengalami gejala yang mengarah pada COVID-19 untuk segera melaporkan kepada petugas Dinas Kesehatan atau Satgas COVID-19.
Disinggung soal antisipasi libur Hari Raya Waisak, ia mengatakan dimungkinkan tidak ada kenaikan wisatawan yang signifikan karena libur Waisak hanya sehari dan tidak disambung libur akhir pekan.
“Libur Waisak engga nyambung dengan Sabtu dan Minggu tidak terlalu dikhawatirkan. Biasanya kalau sampai padat kalau sudah sambung Minggu dan Sabtu,” katanya. (den)
