Bernas.id – Hari ini Senin (3/5/2021), Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatat perdagangan yang bergerak menuju zona merah. Menilik data dari Bloomberg, pergerakan IHSG pada 25,86 poin menuju level 5.969,93 atau melemah 0,43 persen.
Meskipun demikian, IHSG sempat berada pada 4,04 poin menuju level 5.99,66 atau mengalami penguatan sebesar 0,07 persen saat sesi preopening hari ini. Tercatat 146 saham mengalami penguatan, sedangkan terdapat 192 saham cenderung melemah, dan 183 saham lain masih stagnan.
Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Seiring dengan melemahnya IHSG, saham BBRI dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masih menjadi pilihan transaksi investor dengan nilai Rp21,45 milyar di pagi ini. Transaksi saham BBRI tersebut menghasilkan net buy senilai Rp15,7 milyar.
Sementara itu, beberapa saham lain yang menjadi prioritas investor asing seperti saham BBCA dari PT Bank Central Asia Tbk pun mencatat total net buy senilai Rp Rp10,5 milyar. Kemudian disusul net buy saham TLKM dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp8 milyar.
Berdasarkan prediksi dari MNC Sekuritas, IHSG dalam kondisi rentan dan akan terkoreksi pada perdagangan hari ini. Tim Riset MNC Sekuritas hari ini (3/5/2021) dalam tulisannya menyatakan bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi terbatas untuk menguji area 5.980.
Namun, ada peluang IHSG menguat jika indeks harga saham gabungan tidak akan kembali mengalami koreksi menuju level bawah 5.950. Penguatas itu untuk menguji area antara 6.020 dan 6.030. Pada kondisi ini memungkinkan pergerakan di atas 6.115 sehingga akan terjadi penguatan IHSG yang lebih terkonfirmasi.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
Saham Industri Perbankan Teraktif Hari Ini
Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia Hari Senin (3/5/2021), terdapat dua saham perbankan yang memiliki nilai dan frekuensi transaksi tertinggi. BBRI berhasil mencatat nilai Rp229.584.126.000 dengan harga Rp4,030 yang mulai menurun sejak awal April 2021 dan frekuensi transaksi 20.448 kali.
Sedangkan saham aktif berikutnya disusul BBNI dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan nilai saham Rp79.609.252.500. Harga saham BBNI menyentuh Rp5.600 dengan frekuensi transaksi mencapai 6.254 kali.
Baca juga: Ciri-ciri Saham yang Layak Ditabung.
Berbeda dengan saham BBRI, trend pergerakan harga saham BBNI cenderung stabil sejak awal bulan April 2021. Saham BBNI bergerak pada level harga Rp5.575-5.675.
