Bernas.id – Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk hingga saat ini masih belum menunjukkan sinyal positif sejak awal Bulan April 2021. Saham TLKM hari masih menyentuh angka Rp3.190 yang mengalami penurunan sejak awal dari harga Rp3.400 pada 4 April 2021.
Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Meski tren saham TLKM melemah pada level Rp3.190, ada beberapa perusahaan sekuritas seperti Ciptadana Sekuritas yang masih merekomendasikan saham ini.
Bukan tanpa sebab, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk masih mencatat laba bersih lebih dari 2% di tahun 2020. Estimasi laba Telkom rupanya melebih estimasi peruhaan sekutiras tersebut.
Menilik laporan keuangan Telkom tahun 2020, perusahaan komunikasi ini berhasil mencetak laba bersih senilai Rp20,8 triliun. Nilai ini menjadi kabar baik bagi TLKM karena laba tersebut naik 11,5% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year).
Di samping itu, Telkom juga telah mencatat kenaikan pendapatan sebesar 0,66% di tahun 2020. Pada 2020Telkom mampu menghasilkan pendapatan Rp136,46 triliun. Sedangkan pada tahun 2019, perusahaan ini berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp135,57 triliun.
Baca juga: IHSG Kembali Melemah Hari Ini, BBRI dan BBCA Tetap Jadi Incaran Asing.
Dilansir dari kontan.co.id, menurut Gani Sekuritas, Telkom mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 10,4% quarter on quarter (qoq) senilai Rp36,5 triliun di kuartal ke-4 tahun 2020. Pertumbuhan ini termasuk paling tinggi dibandingkan kuartal lainnya.
Pengungkit Laba Telkom
Pertumbuhan pada kuartal akhir Telkom pada tahun 2020 menunjukkan sinyal positif. Ini menjadi sentimen positif setelah sempat mengalami penurunan pada kuartal I (1,6%), kuartal II (3,9%), dan kuartal III (2,1%) dibandingkan dengan kuartal III tahun sebelumnya.
Jumat (30/4/2021) Tim Riset Gani Sekuritas berpendapat bahwa kenaikan pendapatan Telkom adalah sebagai akibat pemulihan pangsa pelanggan serta tren kenaikan konsumsi data dari setiap pelanggan. Peningkatan tersebut dipicu oleh penawaran Kuota Ketengan dan Unlimited Max (UM) dari Telkomsel.
Pada tahun ini, Telkomsel menaikkan harga Unlimited Max sebesar 4% sampai 7%. Selain itu, Fair Usage Policy (FUP) dengan kuota 10 GB-50 GB per ke paket Unlimited Max. Gani pun menilai bahwa inisiatif Telkomsel ini bertujuan untuk mengkonversi trafik masa Lebaran menjadi pendapatan. Sedangkan kenaikan harga untuk mempersiapkan pemanfaatan adanya pemulihan daya beli masyarakat pada semester kedua tahun 2021.
Sekuritas tersebut berharap tren Telkomsel mampu mempertahankan pendapatannya dengan angka posistif sampai akhir semester pertama atau kuartal kedua tahun ini. Ini bukan hal yang tidak mungkin karena Telkomsel memiliki keunggulan jaringan yang luas dan berkualitas.
Baca juga: Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Angsuran 20 Tahun
Pengaruh Positif Indihome bagi Telkom
Layanan fixed broadband Indihome menjadi target penambahan sebanyak 1 juta pelanggan Telkom pada tahun 2021 yang dipicu oleh customer. Ini menjadi amunisi strategis yang positif bagi Telkom di samping meningkatkan layanan di segman mobile.
Segmen konsumen Indihome pun semakin menjanjikan bagi Telkomsel. Pasalnya, segmen ini memiliki kontribusi sebesar 15,4% tahun 2020 yang telah mengalami peningkatan sebesar 2,3% dibandingkan tahun 2019. Kenaikan margin dari segmen ini berpotensi mengalami peningkatan seiring dengan semakin meningkatnya skala operasi layanan.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
Volume dan Frekuensi Transaksi Saham TLKM
Perkembangan volume transaksi saham TLKM hingga hari ini, Rabu (5/5/2021) yang dilansir dari kontan.co.id mencatat sebanyak 320.767 lembar saham. Sedangkan jumlah transaksi TLKM menyentuh angka 6.686 kali hari ini.
Dibanding tahun sebelumnya, TLKM bergerak stabil minggu awal bulan Mei 2021. Tren yang cenderung menurun menjadi kesempatan untuk melakukan buy bagi sebagai investor yang meyakini bahwa TLKM akan menyentuh level harga Rp4.000 setelah melakukan analisis pertumbuhan labanya.
Baca juga: Investasi Menguntungkan – Tanah Kavling Siap Terima SHM di Jonggol.
