Taman mempunyai manfaat yang penting bagi sebuah hunian. Tumbuhan-tumbuhan yang ada di taman dapat membersihkan udara di sekitar rumah, menciptakan suasana sejuk, hingga mempercantik tampilan rumah.
Berbagai alasan tadi membuat banyak orang ingin mempunyai taman di rumah. Bagi rumah yang berhalaman luas, membuat taman tentu saja menjadi pekerjaan yang mudah. Namun, bagi Anda yang mempunyai rumah minimalis atau lahan yang sempit pasti bingung.
Pemilik rumah minimalis harus memikirkan cara bagaimana bisa membuat taman di lahan yang terbatas. Salah satu solusinya adalah dengan membuat konsep taman bertingkat atau vertikal. Taman vertikal bahkan kini sedang menjadi tren.
Jika Anda tertarik untuk membuat konsep taman ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut tips membuat taman bertingkat yang perlu Anda ketahui.
Pilih Dinding yang Cocok untuk Taman Vertikal

Konsep taman vertikal (Foto: Pinterest)
Langkah pertaman membuat taman vertikal adalah menetukan dinding. Pilih dinding yang cocok atau dapat digunakan untuk membuat taman vertikal. Kriteria dindingnya, di antaranya dapat terkena sinar matahari, memiliki bangunan yang kokoh atau kuat.
Dinding yang terpapar matahari bermanfaat pada tumbuh kembang tanaman. Semenatara tembok harus kuat agar tidak roboh ketika menyangga beban taman vertikal. Selain itu, nantinya juga akan dipasangi paku dan mendapat benturan, sehingga tembok harus kokoh.
Selain itu, Anda juga harus memperhatikan ukuran luas dinding dan tata letaknya. Usahakan memilih dinding yang cukup luas agar taman tidak sesak atau terlalu berdempetan. Biasanya taman diletakan di depan rumah. Namun ada tembok layak di ruang yang lain, Anda bisa menempatkannya di situ.
Buat Frame sesuai Ukuran Dinding

Frame taman vertikal (Foto: Glush info)
Jika dinding sudah ditentukan, selanjutnya Anda harus membuat frame atau bingkai. Taman vertikal membutuhkan frame karena digunakan untuk menopang wadah tanaman sekaligu membatasi luas taman.
Cara membuat frame tidaklah sulit. Anda hanya perlu mengukur luas dinding, rangka yang tepat dan presisi, serta ketebalan frame. Hal itu perlu dilakukan dengan cermat agar pemasangan tanaman bisa maksimal sehingga hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.
Bahan untuk membuat rangka sendiri ada beragam. Anda bisa menggunakan material kawat atau pipa PVC. Anda tidak disarankan menggunakan material besi karena bisa karatan dan nantinya menjadi rapuh. Material kayu juga tidak disarankan karena rawan rapuh dan keropos karena angin, air, atau serangga.
Baca juga: 7 Desain Taman Tropis yang Akan Meneduhkan Rumah Anda
Memilih Tanaman

Tanaman vertikal memanjang (Foto: Quiet-corner)
Ketika mmbuat taman vertikal, Anda juga harus menentukan tanaman yang akan ditanam. Lebih baik memilih tanaman yang kuat, tahan terhadap ikllim dan cuaca. Jangan lupa untuk memperhatikan suhu udara, angin, hingga ketersediaan air.
Memilih tanaman menjadi hal yang sangat penting. Sebab jika salah memilih, resikonya sangat berat. Tanaman merambat tidak disarankan karena pertumbuhannya menjalar dan susah diatur. Setiap tanaman biasanya cocok dengan tanah tertentu. Pilih tanaman yang cocok dengan media tanam Anda.
Memasang Terpal Plastik

Taman bertingkat sederhana (Foto: Pinterest)
Setalah frame selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah menyiapkan bahan untuk membuat taman vertikal. Anda perlu mencari terpal plastik. Terpal tersebut kemudian diletakan pada dinding rumah, untuk melapisi tembok dari frame taman dan tanaman. Untuk ukuran plastiknya harus lebih besar dari ukuran frame.
Terpal dinding ini berfungsi mencegah akar tanaman yang biasanya masuk ke dinding rumah. Selain itu, terpal juga dapat mencegah resapan air di dinding yang berpotensi menyebabkan keropos.
Pasang Kain Wadah Tanaman

Desain taman vertikal (Foto: Pinterest)
Lalu Anda harus membuat kain. Bahan kain yang bagus untuk taman vertikal adalah yang tidak terlalu rapat. Pilihlah kain yang jahitannya cukup renggang. Fungsi celah-celah pada kain adalah untuk membantu tanaman bernafas.
Jika kain sudah tersedia, lalu masukkan tanam ke dalamnya. Tanah tersebut digunakan untuk tempat akar tanaman. Sementara kainnya berfungsi sebagai wadah, seperti pot.
Sistem Drainase Taman Harus Baik

Drainase taman bertingkat (Foto: Learn livingdirect)
Selain matahari, kehiduapan tanaman juga bergantung pada air. Oleh karena itu, ketika memiliki taman vertikal, Anda harus menyiapkan drainase yang baik. Drainase yang mempunyai sistem yang baik yang dapat membuat tanaman tumbuh secara subur dan bagus.
Fungsi lain dari drainase adalah mempejaga kelembaban kain, sehingga tanaman tidak kekeringan lalu layu. Jangan lupa juga untuk aktif memberi pupuk pada tanaman.
Itu tadi beberapa tips membuat taman vertikal. Bagaimana, cara membuatnya tidak sulit bukan? Dengan konsep taman vertikal, impian Anda untuk mempunyai ruang hijau di rumah minimalis bisa terwujud.
Baca juga: Cara Membuat Taman di Depan Rumah Minimalis
