YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dinas Sosial Kota Yogyakarta melanjutkan lagi pemberian bantuan logistik berupa makanan siap saji kepada pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Ini dilakukan setelah program itu sempat terhenti selama beberapa waktu.
“Pemberian bantuan sudah bisa dilanjutkan kembali setelah kami melakukan refocusing anggaran di dinas untuk kebutuhan penyediaan logistik makanan siap saji,” ungkap Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, Sabtu (8/5/2021).
Ia menyebut, tambahan alokasi anggaran untuk pemenuhan bantuan logistik bagi pasien isolasi mandiri ditetapkan sebesar Rp 600 juta, sesuai dengan alokasi anggaran awal. Dirinya juga berharap, alokasi tambahan itu dapat mencukupi kebutuhan pemberian bantuan logistik makanan siap saji dalam waktu yang cukup lama.
“Paling tidak sampai dengan pembahasan anggaran perubahan. Jadi bisa diusulkan kembali melalui anggaran perubahan apabila anggarannya kurang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemenuhan bantuan logistik makanan siap saji dilakukan oleh kelompok kuliner yang tergabung dalam Program Gandeng Gendong Pemerintah Kota Yogyakarta dengan harapan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat yang juga terdampak pandemi.
Setiap pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah setidaknya memperoleh bantuan logistik selama 10 hari. Tiap-tiap pasien akan memperoleh bantuan makanan siap saji tiga kali dalam sehari dengan menu yang berbeda-beda untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam. Untuk setiap menu ditetapkan anggaran Rp 20.000 dan dipastikan kebutuhan gizi untuk pemulihan pasien tetap terpenuhi.
Baca juga : Ada Usulan Penghapusan Ratusan Penerima Bansos Kota Jogja Selama Pandemi
“Jika di dalam satu rumah ada tiga orang yang menjalani isolasi mandiri, maka kebutuhan anggaran minimalnya adalah tiga orang dikali tiga kali makan dalam sehari dikali 10 hari. Artinya akan ada 90 nasi boks yang harus disiapkan. Total nilai bantuannya Rp1,8 juta,” jelas dia.
Ia menambahkan, hingga kini baru Pemerintah Kota Yogyakarta yang memiliki program pemberian bantuan makanan siap saji kepada pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap pasien dan keluarga pasien yang terkonfirmasi positif untuk memenuhi kebutuhan logistik sehari-hari.
“Namun demikian, kami pun berharap agar tren kasus semakin turun,” tandasnya. (den)
